Bisa Menyebabkan Radang Otak, Ketahui Gejala dan Tanda Infeksi Virus Nipah

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Rabu, 27 Januari 2021 | 15:49 WIB
Bisa Menyebabkan Radang Otak, Ketahui Gejala dan Tanda Infeksi Virus Nipah
Ilustrasi virus nipah. (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti memprediksi virus nipah (NiV) yang pertama kali ditemukan pada 1999 di Malaysia dan Singapura, dapat menyebabkan pandemi global selanjutnya.

Kaiser Family Foundation menjelaskan bahwa virus ini sangat mematikan, dengan tingkat kematian mencapai 75% pada manusia.

Meski begitu, virus tidak pernah menjadi sangat menular di antara manusia. Hingga kini, kasus yang tercatat hanya 300 orang dalam 60 wabah.

Infeksi virus nipah, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat, seperti radang otak (ensefalitis) dan berpotensi kematian.

Gejalanya biasanya muncul dalam empat hingga 14 hari setelah terpapar virus. Umumnya berawal dari demam dan sakit kepala selama tiga hingga dua minggu selanjutnya.

Spesies Baru Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]
Ilustrasi kelelawar [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]

Sering kali, gejala yang muncul termasuk tanda penyakit pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas.

Fase radang otak (ensefalitis) dapat terjadi, termasuk ke dalam gejala parah, berupa kantuk, disorientasi, dan kebingungan mental, yang dapat dengan cepat berkembang menjadi koma dalam sehari hingga dua hari.

"Kematian dapat terjadi pada 40% hingga 75% kasus," tulis CDC dalam laman resminya.

Selain itu, efek samping jangka panjang dari penyintas infeksi NiV yang telah dilaporkan adalah kejang yang kambuh dan perubahan kepribadian.

baca juga

Umumnya, infeksi virus nipah dapat didiagnosis selama sakit atau setelah pemulihan.

Seperti SARS-CoV-2, tes yang tersedia pun berupa real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dari usap tenggorokan dan hidung, cairan serebrospinal, urin, dan darah.

Kemudian dalam perjalanan penyakit dan setelah pemulihan, pengujian antibodi dilakukan menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Diagnosis awal dari infeksi virus nipah bisa sulit karena gejala awal penyakit tidak spesifik, namun penting dilakukan.

Kasus infeksi virus nipah ini memang belum pernah terdeteksi di Indonesia. Meski begitu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Didik Budijanto mengimbau agar Indonesia selalu waspada.

"Di samping itu, dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Zoonosis (termasuk Nipah Virus) dilakukan pendekatan ONE HEALTH di mana bukan hanya Kemenkes saja yang berperan tetapi secara terintegrasi dengan Kementerian Pertanian (Dirjen Peternakan dan kesehatan Hewan) dan Kementerian Lingkungan hidup dan satwa liar," kata Didik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berpotensi Sebabkan Pandemi Global, Ketahui Penularan Virus Nipah!

Berpotensi Sebabkan Pandemi Global, Ketahui Penularan Virus Nipah!

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 14:59 WIB

Virus Nipah Diprediksi Jadi Pandemi Baru, Sudah Masuk Indonesia?

Virus Nipah Diprediksi Jadi Pandemi Baru, Sudah Masuk Indonesia?

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 13:38 WIB

Covid-19 Belum Usai, Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi Selanjutnya, Apa Itu?

Covid-19 Belum Usai, Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi Selanjutnya, Apa Itu?

Health | Selasa, 26 Januari 2021 | 18:40 WIB

Terkini

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

×