Peneliti Temukan 2 Gejala Virus Corona yang Butuh Perawatan Rumah Sakit

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 27 Januari 2021 | 08:15 WIB
Peneliti Temukan 2 Gejala Virus Corona yang Butuh Perawatan Rumah Sakit
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Batuk persisten dan demam adalah gejala umum virus corona Covid-19. Tapi, aplikasi Covid-19 Symptom Study dari Inggris telah melacak pergerakan virus dan mengumpulkan data analisis serta gejala virus corona pada jutaan orang.

Sebuah penelitian yang sedang berlangsung pun berusaha memahami tingkat keparahan gejala virus corona Covid-19, dari yang paling ringan hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Claire Steves dan Profesor Tim Spector di King College London melalui data dari aplikasi Covid-19 Symptom Study menyoroti dua gejala virus corona yang menjadi prediktor kuat membutuhkan perawatan rumah sakit dan berbahaya.

Studi ini fokus pada data dari 4.182 orang yang menggunakan aplikasi secara konsisten untuk mencatat kondisi kesehatan mereka hingga dinyatakan positif virus corona melalui pengujian swab PCR.

Pada seseorang dengan gejala terlama, demam terus-menerus dan melewatkan makan merupakan prediktor kuat seseorang membutuhkan perawatan rumah sakit.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Tim peneliti memberikan sejumlah wawasan tambahan tentang sifat dari gejala Covid-19 panjang atau Long Covid-19. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan gejala virus corona yang tetap ada selam berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah pasien Covid-19 sembuh.

Tapi dilansir dari Express, lamanya waktu yang dibutuhkan setiap orang untuk pulih dari virus corona Covid-19 berbeda-beda. Penelitian juga mengidentifikasi dua pengelompokan gejala utama yang terkait dengan Covid-19.

Gejala pertama didominasi dengan masalah pernapasan, seperti batuk, sesak napas, sakit kepala dan kelelahan. Gejala kedua terkait dengan multi sistem, yang memengaruhi banyak bagian tubuh, termasuk otak, usus dan jantung.

Pasien Covid-19 lebih sering melaporkan gejala jantung, seperti palpitasi atau detak jantung cepat, kesemutan atau mati rasa dan masalah konsentrasi atau kabut otak.

Orang dengan Covid-19 panjang juga dua kali lebih berisiko melaporkan bahwa gejala virus coronanya kembali lagi setelah pulih dibandingkan mereka yang memiliki Covid-19 pendek, yakni risikonya 16 persen banding 8,4 persen.

Secara keseluruhan, tim peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang dengan Covid-19 dilaporkan kembali normal dalam 11 hari atau kurang, sekitar satu dari tujuh (13,3 persen, 558 pengguna).

Mereka mengalami gejala virus corona yang berlangsung setidaknya selama empat minggu. Kemudian, 4,5 persen dari 189 pengguna tetap sakit selama 8 minggu dan 2,3 persen dari 95 pengguna menderita lebih dari 12 minggu.

Temuan ini adalah perkiraan konservatif yang bisa digunakan untuk mencari tahu tingkat risiko Long Covid-19 pada pasien virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anjing dan Kucing Perlu Suntik Vaksin Covid-19, Ini Kata Ahli!

Anjing dan Kucing Perlu Suntik Vaksin Covid-19, Ini Kata Ahli!

Health | Senin, 25 Januari 2021 | 08:22 WIB

Ahli Temukan Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan Picu Infeksi Ulang

Ahli Temukan Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan Picu Infeksi Ulang

Health | Minggu, 24 Januari 2021 | 15:30 WIB

Bolehkah Donor Darah setelah Vaksin Covid-19? Ketahui Aturannya!

Bolehkah Donor Darah setelah Vaksin Covid-19? Ketahui Aturannya!

Health | Minggu, 24 Januari 2021 | 14:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB