Kusta Anak, Benarkah Lebih Berbahaya daripada Kusta Dewasa?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 30 Januari 2021 | 19:04 WIB
Kusta Anak, Benarkah Lebih Berbahaya daripada Kusta Dewasa?
Ilustrasi kusta [shutterstock]

Suara.com - Hingga Januari 2021 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat terdapat 16.704 kasus kusta aktif di Indonesia, dan 9,4 persen di antaranya terdiri dari kasus kusta anak.

Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri Mycobacterium leprae kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, hingga saluran napas. Biasanya ditandai melemahnya atau mati rasa pada tungkai tangan, kaki, dan diikuti lesi di kulit. Tapi benarkah kusta anak lebih berbahaya dibanding pada orang dewasa?

Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin dr. Zunarsih Sp.KK mengatakan tidak ada yang mampu meramalkan kecacatan terhadap penderita kusta, termasuk pada anak, karena bakteri penyebab kusta membutuhkan waktu lama untuk berkembang.

"Jadi kumannya itu membelah dari satu menjadi 2 itu butuh beberapa hari sampai 2 minggu," ujar dr. Zunarsih dalam acara temu media di Kemenkes, Jumat (29/1/2021).

Ini artinya saat kusta sudah menyebar pada anak, berarti ada penderita kusta yang sakitnya tidak diobati dan ditangani hingga bertahun-tahun sampai akhirnya menular.

"Jadi kok bisa? Penyakit yang inkubasi kumannya lama, kok sudah banyak ditemukan kasus anak yang menderita kusta," terang dr. Zunarsih.

Hal yang dikhawatirkan apabila sampai terjadi kecacatan pada anak, maka akan lebih mempengaruhi masa depan si anak. Belum lagi stigma negatif yang akan diterima si anak dari lingkungan sekitar.

"Nah, masyarakat meskipun anak itu sudah diobati. Misalnya tipe basah sudah diobati minum obat 12 bulan, kustanya sudah sembuh bercaknya sudah hilang, tapi kecacatannya masih ada tertinggal," ungkap Sekretaris Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia (KSMHI) itu.

Zunarsih yang juga salah satu pengurus Persatuan Dokter Kulit dan Kelamin IndonesiA (Perdoski) kualitas hidup anak yang menderita kusta, dan meninggalkan kecacatan akan terpengaruh sampai si anak dewasa.

baca juga

"Jadi masyarakat akan menganggap anak itu sumber penularan, jadi takut tertular, tidak mau bersalaman, kadang anak di sekolah tidak ada guru yang mau menerima. Kalau sudah besar tidak ada jodohnya yang mau menikah, jadi kesulitan mencari pekerjaan," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kusta Sedunia 2021, Kasus Kusta Anak di Indonesia Sulit Dideteksi

Hari Kusta Sedunia 2021, Kasus Kusta Anak di Indonesia Sulit Dideteksi

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 15:26 WIB

Kemenkes: Target Eliminasi Kusta 2024 Terhalang Pandemi Covid-19

Kemenkes: Target Eliminasi Kusta 2024 Terhalang Pandemi Covid-19

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 17:13 WIB

Hari Kusta Sedunia 2021: Ini 8 Provinsi yang Belum Berhasil Eliminasi

Hari Kusta Sedunia 2021: Ini 8 Provinsi yang Belum Berhasil Eliminasi

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Sistem Kendali Mutu Jadi Kunci Efisiensi Rantai Pasok Industri Elektronik

Sistem Kendali Mutu Jadi Kunci Efisiensi Rantai Pasok Industri Elektronik

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Profil Bharada Andika, Tersangka Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel

Profil Bharada Andika, Tersangka Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Prabowo Genjot Energi, dari B50 hingga Proyek PLTS 100 GW

Prabowo Genjot Energi, dari B50 hingga Proyek PLTS 100 GW

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Dosen UNY Kembangkan Smart Box dan Monopoli JAPRODJA untuk Perkuat Pendidikan Khas Kejogjaan

Dosen UNY Kembangkan Smart Box dan Monopoli JAPRODJA untuk Perkuat Pendidikan Khas Kejogjaan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Dari Pembiayaan hingga Pemberdayaan, BRI Perkuat Jutaan UMKM untuk Asta Cita

Dari Pembiayaan hingga Pemberdayaan, BRI Perkuat Jutaan UMKM untuk Asta Cita

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Diduga Korupsi KUR Bank Pelat Merah, Kejari Tanjungbalai Tetapkan 2 Tersangka

Diduga Korupsi KUR Bank Pelat Merah, Kejari Tanjungbalai Tetapkan 2 Tersangka

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:02 WIB

BRI Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Jutaan UMKM Tumbuh Bersama Asta Cita

BRI Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Jutaan UMKM Tumbuh Bersama Asta Cita

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Ditegur Singapura, Milik Siapa 7 Perusahaan Indonesia yang Diduga Biang Kerok Karhutla?

Ditegur Singapura, Milik Siapa 7 Perusahaan Indonesia yang Diduga Biang Kerok Karhutla?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga: Buku Sempurnakan Akhlak dengan Adab

Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga: Buku Sempurnakan Akhlak dengan Adab

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Wujudkan Asta Cita, BRI Perluas Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM

Wujudkan Asta Cita, BRI Perluas Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:59 WIB

×