Gejala Covid-19 Mirip Sariawan, Apa Bedanya dengan Sariawan Biasa?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 01 Februari 2021 | 13:40 WIB
Gejala Covid-19 Mirip Sariawan, Apa Bedanya dengan Sariawan Biasa?
Ilustrasi sariawan gejala Covid-19. (Dok. Elements Envato)

Suara.com - Selain yang terbaru kehilangan indra penciuman, kini ada gejala Covid-19 menyerupai sariawan. Apa bedanya dengan sariawan biasa?

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban membenarkan jika sariawan jadi salah satu gejala Covid-19, namun hanya sedikit pasien Covid-19 yang memiliki gejala ini.

"Sekitar 6 hingga 7 persen (pasien Covid-19 yang sariawan). Secara umum, gejala Covid-19 pada mulut itu sebanyak 20 hingga 25 persen," ujar Prof. Zubairi dalam cuitannya di Twitter dikutip suara.com, Senin (1/2/2021).

Namun jangan langsung menduga setiap sariawan adalah gejala Covid-19, ya. "Anda bisa menduga bahwa itu Covid-19 kalau sariawannya disertai panas tinggi, batuk kering, diare, kehilangan penciuman dan konjungtivitis," terang Prof. Zubairi.

Konjungtivitis adalah keadaan mata merah yang disertai gatal dan mata berair. Ini adalah salah satu tanda adanya peradangan, yang bisa disebabkan virus seperti virus corona SARS CoV 2.

Covid-19 bukan satu-satunya penyakit yang punya gejala sariawan. Beberapa penyakit lain, menurut profesor yang berpraktik di RS Kramat 128 Jakarta itu, seperti lupus hingga HIV, juga mengeluhkan sakit sariawan.

"Pasien Lupus pun sering sariawan. Demikian pula orang yang terlalu lama minum antibiotik, orang dengan HIV/AIDS, tergigit saat makan, kekurangan vitamin C dan penyebab sariawan lainnya," ungkapnya.

Profesor Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menegaskan bahwa selain sariawan, masih banyak gejala Covid-19 yang lebih umum ditemukan, dari yang ringan hingga gejala berat.

"Yang paling sering muncul adalah gejala demam yang panasnya lebih dari 37,5 derajat. Yang kedua adalah batuk kering. Kemudian yang ketiga adalah rasa lelah yang tak berkesudahan," tuturnya.

"Gejala serius yang paling sering ditemui adalah gejala sesak napas, rasa nyeri dada, rasa tertekan di dada, enggak bisa bicara, bangun dari tidur susah atau bahkan duduk saja sukar," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perlu Diketahui, Ini Gejala Paling Umum dari Strain Covid-19 Baru

Perlu Diketahui, Ini Gejala Paling Umum dari Strain Covid-19 Baru

Tekno | Kamis, 28 Januari 2021 | 13:30 WIB

Jangan Abaikan Kekurangan Vitamin B12, Ini 3 Gejala Fisiknya!

Jangan Abaikan Kekurangan Vitamin B12, Ini 3 Gejala Fisiknya!

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 14:56 WIB

Gejala Covid-19 Ini Sering Tidak Disadari, Waspadai 3 Tanda Ini

Gejala Covid-19 Ini Sering Tidak Disadari, Waspadai 3 Tanda Ini

Malang | Senin, 25 Januari 2021 | 19:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB