Soraya Abdullah Meninggal Akibat Covid-19 Komorbid Asma, Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 01 Februari 2021 | 18:03 WIB
Soraya Abdullah Meninggal Akibat Covid-19 Komorbid Asma, Apa Itu?
Kolase foto Soraya Abdullah meninggal dunia. [Ist]

Suara.com - Kabar duka datang dari artis Soraya Abdullah. Ia dikabarkan meninggal akibat Covid-19 komorbid asma.

Kabar duka itu, salah satunya diungkapkan oleh Indadari yang juga merupakan sahabat Soraya Abdullah.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun.. Telah meninggal dunia sahabat fillah, Soraya Abdullah Balfas, siang ini di RS Siloam Kelapa Dua, Tangerang dengan diagnosa Covid-19 komorbid Asma," kata Indadari di Instagram, Senin (1/2/2021).

Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan Covid-19 komorbid asma itu sendiri? Komorbid adalah penyakit penyerta atau penyakit yang ada sebelumnya.

Sederhananya,Covid-19 komorbid Asma artinya bahwa seorang yang terinfeksi Covid-19 di saat yang bersamaan juga telah memiliki riwayat penyakit asma.

Steroid inhaler (Freepik)
Ilustrasi asma. (Freepik)

Dikutip dari situs Covid-19.go.id ada ada sebanyak 2,9 perse pasien Covid-19 yang juga menderita asma. Sementara menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika serikat, menderita asma sedang hingga berat dapat meningkatkan risiko penyakit parah akibat Covid-19.

Untuk itu, penting mengetahui tindakan yang harus diambil. Antara lain ialah:

  • Kendalikan asma dengan mengikuti Rencana Tindakan Asma Anda.
  • Lanjutkan pengobatan saat ini, termasuk inhaler yang mengandung steroid ("steroid" adalah kata lain untuk kortikosteroid). Ketahui cara menggunakan inhaler Anda. Hindari pemicu asma Anda.
  • Pastikan Anda memiliki persediaan obat setidaknya untuk 30 hari.

Hubungi penyedia layanan kesehatan atau tim perawatan Anda jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kondisi Anda, perawatan atau, mengira Anda mungkin telah terpapar Covid-19, dan memiliki tanda atau gejala penyakit baru atau pertanyaan lain.

Jika Anda tidak memiliki penyedia layanan kesehatan, hubungi pusat kesehatan komunitas terdekat atau departemen kesehatan.
Minta anggota keluarga Anda yang tidak menderita asma membersihkan dan mensterilkan rumah Anda untuk Anda. Saat mereka menggunakan produk pembersih dan desinfektan, minta mereka:

Pastikan penderita asma tidak berada di dalam ruangan.

Hindari penggunaan disinfektan yang diketahui memicu serangan asma.

Buka jendela atau pintu dan gunakan kipas angin yang menghembuskan air di luar ruangan.

Selalu ikuti instruksi pada label produk.

Untuk meminimalkan pembersih menyebar di udara, semprotkan produk semprotan ke kain pembersih atau handuk kertas alih-alih menyemprotkan produk langsung ke permukaan pembersih (jika label produk memungkinkan).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Soraya Abdullah, Pemain Sinetron Tersanjung Meninggal Dunia

Profil Soraya Abdullah, Pemain Sinetron Tersanjung Meninggal Dunia

Entertainment | Senin, 01 Februari 2021 | 17:59 WIB

PPKM Berjilid-Jilid, Covid-19 Tetap Tinggi, Ini Penjelasan Epidemiologi

PPKM Berjilid-Jilid, Covid-19 Tetap Tinggi, Ini Penjelasan Epidemiologi

Jawa Tengah | Senin, 01 Februari 2021 | 17:56 WIB

Sehari 100, Jenazah Dikubur Protap Corona di Jakarta Tembus 13.300 Petak

Sehari 100, Jenazah Dikubur Protap Corona di Jakarta Tembus 13.300 Petak

News | Senin, 01 Februari 2021 | 17:54 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB