Jangan Beri Anak Balita Camilan Popcorn, Ini Bahayanya!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 04 Februari 2021 | 06:30 WIB
Jangan Beri Anak Balita Camilan Popcorn, Ini Bahayanya!
Popcorn. (Shutterstock)

Suara.com - Popcorn mungkin menjadi camilan favorit bagi anak-anak maupun orang dewasa. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang bervariasi sangat cocok mendampingi seseorang menonton film atau sebuah acara.

Beberapa orangtua mungkin juga sudah memberi anak balitanya popcorn, baik buatan sendiri atau beli ketika di suatu acara.

Meskipun camilan ini terlihat tidak berbahaya dan baik buat jajanan anak-anak, tapi camilan ini justru membahayakan anak balita di bawah usia 4 tahun.

Sebagian besar orangtua pasti sudah menyadari bahwa anak-anak tersedak baterai atau maianannya yang berukuran kecil. Tapi, kebanyakan dari mereka belum tahu bahaya tersedak makanan tertentu.

Pada tahun 2019 silam, seorang ibu 3 anak yang salah satu putranya berusia 2 tahun harus dilarikan ke rumah sakit setelah makan popcorn bersama keluarga.

Ilustrasi popcorn. (Pixabay/Stevepb)
Ilustrasi popcorn. (Pixabay/Stevepb)

Anak laki-laki itu mengalami batuk dan demam. Setelah pemeriksaan, dokter menemukan bahwa anak balita itu menghirup popcorn hingga ke paru-parunya, yang menyebabkan peradangan.

Beruntungnya dilansir dari Bright Side, dokter masih bisa mengeluarkan sepotong popcorn dari paru-paru anak laki-laki tersebut. Karena itulah, dokter anak tidak menganjurkan anak-anak usia di bawah 4 tahun mengonsumsi popcorn.

Menurut para ahli, anak-anak berisiko lebih besar tersedak hingga mereka berusia 4 tahun. Setelah menginjak usia 4 tahun, anak-anak baru bisa mengunyah makanan yang dikonsumsi dengan baik.

Sebab, gigi geraham mereka sudah tumbuh dan keterampilan mengunyahnya sudah cukup baik untuk memecah makanan menjadi potongan kecil.

Selain itu, anak yang lebih kecil bisa dengan mudah teralihkan oleh hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Hal ini meningkatkan risiko tersedak.

Karena itulah, anak balita dan anak kecil harus selalu didamping orang dewasa ketika makan, berjalan, berlari, tertawa dan makan sambil berbicara yang bisa menyebabkan mereka tersedak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Tersedak Saat Makan? Bisa Jadi Tanda Disfagia

Sering Tersedak Saat Makan? Bisa Jadi Tanda Disfagia

Health | Jum'at, 15 Januari 2021 | 13:29 WIB

Jangan Memberi Minum, Lakukan Hal Ini Ketika Temanmu Tersedak!

Jangan Memberi Minum, Lakukan Hal Ini Ketika Temanmu Tersedak!

Health | Senin, 07 Desember 2020 | 20:57 WIB

Pilu, Tersedak Susu, Bayi 1 Tahun Meninggal

Pilu, Tersedak Susu, Bayi 1 Tahun Meninggal

Batam | Sabtu, 05 Desember 2020 | 18:23 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB