3 Langkah Pertolongan Pertama Keracunan

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 04 Februari 2021 | 07:19 WIB
3 Langkah Pertolongan Pertama Keracunan
Ilustrasi keracunan. (Shutterstock)

Suara.com - Keracunan tak hanya disebabkan oleh makanan, tetapi juga bisa disebabkan karena menelan, menghirup, menyentuh, atau menyuntikan zat seperti obat-obatan, bahan kimia, atau gas. Selain karena sifatnya yang beracun, keracunan juga bisa terjadi akibat tubuh tidak bisa menerima zat tersebut pada dosis yang tinggi. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika menemui orang keracunan?

Hal-hal yang harus diperhatikan pertama kali saat melakukan pertolongan pertama keracunan adalah gejala yang timbul, usia, dan penyebab keracunan.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa tanda dan gejala yang bisa muncul pada orang keracunan.

  • Luka bakar atau kemerahan di sekitar mulut dan bibir
  • Nafas yang berbau seperti bahan kimia, seperti bensin atau pengencer cat
  • Muntah
  • Sulit bernapas
  • Mengantuk
  • Kebingungan atau perubahan status mental lainnya

Jika menemukan seseorang keracunan, lihat hal-hal di sekitarnya untuk menemukan penyebabnya. Apakah ada benda, makanan, minuman, atau obat yang menyebabkan orang tersebut keracunan. Kondisi seseorang akan menunjukkan reaksi yang berbeda-beda. Segera hubungi atau mengantarnya ke rumah sakit jika orang tersebut menunjukkan gejala seperti:

  • Mengantuk atau tidak sadarkan diri
  • Kesulitan bernapas atau berhenti bernapas
  • Gelisah yang tak terkendali
  • Mengalami kejang
  • Diketahui telah minum obat, atau zat lain, sengaja atau tidak sengaja overdosis (dalam situasi ini keracunan biasanya melibatkan jumlah yang lebih besar, seringkali bersamaan dengan alkohol).

Saat menunggu pertolongan medis datang, Anda dapat melakukan berbagai hal untuk mengurangi gejala yang timbul akibat keracunan. Pertolongan pertama ini sangat membantu untuk mengurangi racun yang ada pada tubuh. Beberapa hal tersebut, di antaranya:

1. Racun yang tertelan
Jika orang tersebut keracunan karena makanan atau minuman, usahakan untuk membersihkan mulutnya. Jangan sampai ada zat atau bahan beracun yang masih tertinggal di mulut.

2. Racun di kulit
Jika orang tersebut mengalami keracunan karena memegang atau mengenakan sesuatu yang memiliki zat berbahaya, segera lepaskan. Setelah dilepaskan, bilas kulit atau mandi untuk menghilangkan zat-zat beracun yang tersisa.

3. Racun di mata
Jika racun mengenai mata, bilas dengan air dingin atau hangat untuk mengurangi rasa perih di mata. Hal ini sangat membantu hingga bantuan datang.

4. Racun yang terhirup
Saat menemukan kasus keracunan akibat menghirup zat berbahaya, cobalah bawa orang tersebut ke luar agar mendapat udara segar. Menghirup oksigen dapat membantu menghilangkan racun.

5. Muntah
Jika orang tersebut muntah, putar kepalanya ke samping untuk mencegah tersedak.

6. Lakukan CPR
Saat melihat orang yang keracunan tidak bernapas, bergerak, atau detak jantung yang berhenti, cobalah lakukan CPR untuk membantu detak jantung dan membuatnya bernapas kembali. Jika tidak sendiri, cobalah minta bantuan orang lain untuk mengumpulkan barang yang menyebabkan keracunan. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hand Sanitizer Dikira Vaksin Polio, Belasan Anak Keracunan saat Imunisasi

Hand Sanitizer Dikira Vaksin Polio, Belasan Anak Keracunan saat Imunisasi

Jabar | Rabu, 03 Februari 2021 | 17:14 WIB

Nahas! Satu Keluarga Tewas Diduga Keracunan Asap Genset

Nahas! Satu Keluarga Tewas Diduga Keracunan Asap Genset

Bekaci | Kamis, 28 Januari 2021 | 08:30 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Ikan Tongkol dan Ikan Tembang Bawa Penyakit Baru?

CEK FAKTA: Benarkah Ikan Tongkol dan Ikan Tembang Bawa Penyakit Baru?

Hits | Kamis, 07 Januari 2021 | 12:43 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB