Studi: Mantan Pasien Covid-19 Muda Juga Bisa Terinfeksi Ulang

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 05 Februari 2021 | 13:42 WIB
Studi: Mantan Pasien Covid-19 Muda Juga Bisa Terinfeksi Ulang
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa penyintas Covid-19 yang berusia muda juga bisa mengalami infeksi ulang Covid-19. Hal ini dinyatakan dalam sebuah penelitian yang melibatkan hampir 3.250 marinir muda Amerika Serikat pada Mei hingga Oktober 2020.

Melansir dari Medical Xpress, dari 3.2000 orang marinir muda yang dilacak, 189 orang sebelumya pernah dinyatakan terinfeksi Covid-19. Selama studi 6 minggu, 10 persen dari mereka kembali terinfeksi Covid-19 atau  19 dari 189 rekrutan yang sudah terjangkit Covid-19 yang kedua kalinya.

Dari 2.247 rekrutan yang sebelumnya tidak memiliki Covid-19, 1.079 atau 48 persen dari mereka terinfeksi selama penelitian.

"Anda tidak sepenuhnya terlindungi dari Covid-19 hanya karena memiliki antibodi dari infeksi sebelumnya," kata penulis studi Dr. Stuart Sealfon profesor neurologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York. Sealfon melakukan penelitian tersebut bekerja sama dengan Naval Medical Research Center.

Temuan ini baru-baru ini dipublikasikan di server pracetak medRXiv dan belum ditinjau sejawat.

Para peneliti mengatakan infeksi pertama dan kedua melibatkan jenis virus SARS-CoV-2 yang sama dan tidak ada yang melibatkan varian baru yang lebih menular di Inggris, Afrika Selatan, atau Brasil.

"Itu berarti anggota baru dengan infeksi Covid-19 sebelumnya memiliki sekitar seperlima risiko untuk terinfeksi lagi ketika dalam pelatihan dasar, dibandingkan dengan Marinir yang sebelumnya tidak terinfeksi dan tidak memiliki antibodi," kata Sealfon.

Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

"Semua orang yang dites positif selama penelitian memiliki gejala ringan. Tidak ada yang dirawat di rumah sakit. Tetapi risiko gejala dan lamanya infeksi sama, terlepas dari riwayat Covid-19 sebelumnya," imbuhnya.

Satu-satunya perbedaan adalah jumlah virus pada tes swab. Marinir yang terinfeksi ulang juga memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah dari serangan awal mereka dibandingkan dengan Marinir yang tidak terinfeksi ulang.

"Dua pertiga dari 19 marinir yang terinfeksi kembali tidak memiliki antibodi penawar yang dapat diukur," kata Sealfon, menunjukkan bahwa beberapa orang yang terinfeksi tidak menghasilkan antibodi.

Memiliki antibodi setelah infeksi memang melindungi Anda dari infeksi ulang. Namun, tetap ada risiko Anda akan mendapatkannya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Bogor Juga Kena Aturan Gajil Genap Kota Bogor di Akhir Pekan

Warga Bogor Juga Kena Aturan Gajil Genap Kota Bogor di Akhir Pekan

Bogor | Jum'at, 05 Februari 2021 | 13:22 WIB

Epidemiolog Apresiasi Pemerintah Mau Terima Saran Para Ahli

Epidemiolog Apresiasi Pemerintah Mau Terima Saran Para Ahli

News | Jum'at, 05 Februari 2021 | 13:20 WIB

Penelitian Temukan Obat Asam Urat Bantu Pasien Covid-19 Cepat Pulih

Penelitian Temukan Obat Asam Urat Bantu Pasien Covid-19 Cepat Pulih

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 13:16 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB