Terkendala Biaya Mahal, Indonesia Sulit Temukan Varian Baru Virus Corona

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 05 Februari 2021 | 20:50 WIB
Terkendala Biaya Mahal, Indonesia Sulit Temukan Varian Baru Virus Corona
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

Suara.com - Temuan varian baru virus corona Covid-19 telah membuat para ahli terus bekerja keras untuk meneliti dan melacak keberadaan mereka. Sejumlah negara telah melaporkan munculnya varian baru virus corona itu. 

Dua di antaranya yang sering disebut adalah varian baru virus Covid-19 dari Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil. Di Indonesia juga dilaporkan temuan varian baru namun jumlahnya baru ratusan

“Kemampuan kita untuk memeriksa terjadinya berbagai sekuensial genetik dari virus yang beredar di Indonesia masih terbatas. Kalau Inggris sudah melaporkan puluhan ribu varian ke bank genom. Indonesia melalui Lembaga Molekuler Eijkman baru melaporkan kurang dari 150-an varian virus Covid-19,” kata Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, dr. Syahrizal Syarif, MPH.Ph.D., melalui keterangan tertulis yang diterima suara.com, Jumat (5/2/2021).

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Ia melanjutkan bahwa biaya yang mahal untuk pemeriksaan sekuensial genetik virus juga turut menjadi kendala sulitnya mengidentifikasi varian baru virus Covid-19 di Indonesia. 

Mutasi virus hingga menimbulkan bentuk varian baru, menurut Syahrizal, hal itu termasuk alamiah. Karena menjadi cara virus untuk bertahan hidup. Setiap virus ketika menginfeksi satu induk semang, seperti sel manusia, kemudian bereplikasi dan dapat terjadi mutasi. 

"Umumnya mutasi terjadi tidak pada bagian penting dari virus," lanjutnya.

Ia menjelaskan, kebanyakan mutasi virus terjadi pada bagian tanduk seperti spike. Akibat dari mutasi itu yang paling dikhawatirkan adalah karena virus akan lebih mudah untuk masuk ke sel sasaran. Sehingga penularan akan lebih cepat dari sebelumnya. 

“Hingga hari ini WHO belum mendapat laporan bukti bahwa varian mutasi virus Covid-19 yang baru ini lebih tinggi tingkat keganasannya. Para ahli juga terus meneliti dampak varian baru ini terhadap tingkat perlindungan vaksin," jelas Syahrizal.

Menurutnya, tidak perlu khawatir berlebihan terhadap munculnya varian baru. Sebab pada dasarnya mutasi dapat terjadi di negara manapun. 

baca juga

"Perlu didukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan sekuensial genetik terhadap virus yang beredar di dalam negeri," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Panjang Imlek, Pemerintah Akan Perketat Pembatasan?

Libur Panjang Imlek, Pemerintah Akan Perketat Pembatasan?

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 20:09 WIB

Hits: Perokok Prioritas Vaksinasi Covid-19 Hingga Tidur Pakai Kaus Kaki

Hits: Perokok Prioritas Vaksinasi Covid-19 Hingga Tidur Pakai Kaus Kaki

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:58 WIB

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Lampung Tunjukkan Progres

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Lampung Tunjukkan Progres

Lampung | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:31 WIB

Terkini

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:36 WIB

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:31 WIB

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:26 WIB

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:23 WIB

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 20:22 WIB

Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?

Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:15 WIB

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:10 WIB

MagangHub Batch 3 Masuki Tahap Rekrutmen, Pengusulan Peserta Dibuka hingga 11 November

MagangHub Batch 3 Masuki Tahap Rekrutmen, Pengusulan Peserta Dibuka hingga 11 November

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:08 WIB

4 Shio Paling Beruntung 5 November 2026, Peluang Promosi dan Kejutan Finansial Besok

4 Shio Paling Beruntung 5 November 2026, Peluang Promosi dan Kejutan Finansial Besok

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:05 WIB

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Video | Rabu, 04 November 2026 | 20:00 WIB

×