Sama-Sama Bikin Kecanduan, Metamfetamin Dinilai Lebih Buruk dari Amfetamin

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Senin, 08 Februari 2021 | 15:34 WIB
Sama-Sama Bikin Kecanduan, Metamfetamin Dinilai Lebih Buruk dari Amfetamin
Ilustrasi narkoba. (Pixabay/B-A)

Suara.com - Baik amfetamin dan metamfetamin merupakan psikostimulan yang umum disalahgunakan secara luas. Susunan kimianya sangat mirip dan penggunaannya pun sama-sama dapat menyebabkan kecanduan.

Namun, amfetamin alias ekstasi dan metamfetamin yang lebih dikenal sebagai sabu, salah satunya memiliki dampak yang lebih buruk.

Amfetamin merupakan golongan obat perangsang aktif, sedangkan metamfetamin adalah obat stimulan yang memiliki efek lebih buruk pada tubuh, menurut laman Ashley Addiction Treatment.

Efek samping dari amfetamin mirip dengan stimulan sistem saraf pusat, tetapi metamfetamin juga menyebabkan gigi gemeretak, kerusakan gigi, sakit kepala, tremor, penglihatan kabur, sembelit, dan pusing.

Efek jangka panjang kedua zat ini serupa, tetapi sabu menambah dampak psikosis, infeksi kulit, dan kerusakan otak permanen.

Ilustrasi narkoba (Shutterstock)

Pada penggunaan yang diresepkan oleh dokter, National Institute on Drug Abuse (NIDA) AS menyebutkan bahwa metamfetamin lebih manjur daripada amfetamin.

Dalam dosis yang sama, dilansir WebMD, metamfetamin lebih banyak yang masuk ke otak dan kerusakan yang terjadi pada sistem saraf pusat lebih berbahaya dan bertahan lama.

Tidak hanya penggunaan ilegal, baik amfetamin dan metamfetamin sebagai obat resep pun dapat disalahgunakan. Karenanya, dilansir Vertava Health, menggunakan obat adiktif yang diresepkan juga harus berhati-hati.

Mungkin tampaknya penyalahgunaan obat resep tidak semuanya buruk karena pada akhirnya waktu penggunaan akan habis, tetapi justru orang-orang jarang mengakhirinya jika sudah kecanduan.

baca juga

Begitu pasien kecanduan dan mereka tidak lagi mendapat resep obat, pasien akan mengalami gejala penarikan yang tidak nyaman seperti sakit kepala, mual, atau muntah, hingga akhirnya mencapai titik 'putus asa'.

Pada saat itu, pasien kemungkinan besar tidak akan menentang untuk mencoba obat alternatif, bahkan yang ilegal. Beginilah salah satu awal penyalahgunaan dan kecanduan narkoba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Termasuk Amfetamin, 6 Obat Berikut Paling Banyak Disalahgunakan dan Adiktif

Termasuk Amfetamin, 6 Obat Berikut Paling Banyak Disalahgunakan dan Adiktif

Health | Senin, 08 Februari 2021 | 19:35 WIB

Kasus Narkoba, Suami Nindy Ayunda Positif Amfetamin dan Metamfetamin

Kasus Narkoba, Suami Nindy Ayunda Positif Amfetamin dan Metamfetamin

Entertainment | Senin, 11 Januari 2021 | 19:29 WIB

Ditimpa Bubuk Cabai, Metamfetamin Disembunyikan di Buku Anak-anak

Ditimpa Bubuk Cabai, Metamfetamin Disembunyikan di Buku Anak-anak

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 20:14 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×