Ketahui 5 Mitos Paling Umum Terkait Covid-19 Berikut Faktanya

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2021 | 16:02 WIB
Ketahui 5 Mitos Paling Umum Terkait Covid-19 Berikut Faktanya
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Suara.com - Terlepas dari meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dan kematian yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masih ada saja orang yang memilih untuk mengabaikan pandemi tersebut.

Dikutip dari Healthline, profesor psikiatri klinis ilmu kesehatan di University of California Amerika Serikat mengingatkan mengenai lima mitos virus corona penyebab sakit Covid-19 yang paling umum. Apa saja? Berikut daftarnya.

Mitos 1: COVID-19 hanya flu biasa
Meski flu dan COVID-19 sama-sama menyebabkan penyakit pernapasan, keduanya berbeda. Menurut Dr. Bruce E. Hirsch, dokter dan asisten profesor di Divisi Penyakit Menular di Northwell Health di New York, ada beberapa tumpang tindih antara COVID-19 dan penyakit lain yang disebabkan oleh infeksi virus.

“Perbedaan antara virus corona dan influenza serta virus yang lebih umum yang masih beredar adalah, kita tahu bahwa virus corona berikatan dengan reseptor di bagian bawah saluran udara, dan itu menjelaskan fakta tersebut begitu sering, tetapi tidak selalu, seperti batuk kering bersamaan dengan demam, juga kelelahan adalah tiga gejala yang paling sering dikaitkan dengan COVID-19," kata Hirsch kepada Healthline.

Mitos 2: COVID-19 hanya menyerang orang tua
Faktanya, dataTrusted Source dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa di Amerika Serikat dari 2.500 orang yang terinfeksi COVID-19, sebanyak 29 persen masih berusia 20 hingga 44 tahun.

Hirsch mengetahui hal ini secara langsung. Dia saat ini merawat seorang pria berusia 23 tahun dalam kondisi kritis akibat COVID-19.

“Seseorang yang masih muda cenderung tidak menderita penyakit parah. Tetapi kami sangat terganggu melihat cukup banyak individu yang lebih muda di bawah usia 60 - berusia 30-an dan juga 40-an. Juga beberapa di antaranya yang sangat terpengaruh, seperti sakit kritis, menggunakan alat bantu pernapasan, dan membutuhkan perawatan dan sumber daya medis yang luar biasa untuk yang terkena infeksi ini,” ungkap Hirsch.

Mitos 3: Tidak ada yang bisa dilakukan sampai vaksin ditemukan
Hirsch mengatakan efek vaksin yang efektif secara realistis masih akan terjadi sekitar 12 hingga 18 bulan lagi. Setelah satu tersedia, perlu waktu untuk memahami seberapa efektifnya.

“Ini sesuatu yang harus diperjuangkan, tapi saya rasa tidak ada kepastian yang akan mengakhiri epidemi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa fokus obat saat ini adalah menenangkan respons peradangan tubuh terhadap infeksi. Ia khawatir Covid-19 tidak akan hilang secepat yang diharapkan, dan penting untuk memiliki strategi.

Mitos 4: Virus diciptakan oleh manusia
Meski COVID-19 tergolong baru, virus corona lain telah menyebabkan masalah kesehatan pada manusia dalam beberapa tahun terakhir, termasuk SARS dan MERS.

Untuk menganggap ini sebagai senjata biologis yang lolos dari kendali atau sebagai sesuatu yang dibuat oleh manusi, saya memahami itu sebagai mekanisme pertahanan psikologis untuk dapat memahami fenomena ini. Itu membuat dunia lebih mudah untuk dipahami dan memberikan kenyamanan palsu, juga memberikan pandangan dunia tentang kita versus mereka yang berbeda, ungkap Hirsch.

Dia menjelaskan kebenaran dari situasinya adalah, bahwa kita adalah makhluk biologis yang hidup di dunia dengan makhluk biologis lain, yang tidak selalu dapat dikendalikan.

Mitos 5: Pemerintah dan ilmuwan menyembunyikan informasi COVID-19
Ketidakpercayaan terhadap institusi otoritas, seperti WHO dan CDC saat ini bisa menjadi masalah, papar Hirsch.

“Salah satu strategi kita harus beralih ke orang-orang yang memiliki kemampuan terbaik untuk memahami setidaknya aspek ilmiah ini, dan mendapatkan wawasan mereka untuk dapat mempersiapkan dengan baik dan menjaga diri kita sendiri dan negara kita,” paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Pandemi, Angka Kelahiran di China Turun 15 Persen di Tahun 2020

Gara-gara Pandemi, Angka Kelahiran di China Turun 15 Persen di Tahun 2020

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 16:01 WIB

Wagub DKI: 75 Persen Nakes di Jakarta Sudah Divaksin Covid-19

Wagub DKI: 75 Persen Nakes di Jakarta Sudah Divaksin Covid-19

Jakarta | Selasa, 09 Februari 2021 | 15:52 WIB

Inul Daratista Terpapar Covid-19 Bersama Suami dan Anak

Inul Daratista Terpapar Covid-19 Bersama Suami dan Anak

Video | Selasa, 09 Februari 2021 | 15:50 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB