Waspada Coronaphobia, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 12 Februari 2021 | 09:00 WIB
Waspada Coronaphobia, Apa Itu?
Ilustrasi kecemasan berlebihan terhadap Covid-19 yang disebut Coronaphobia. (Shutterstock)

Suara.com - Selain Covidiot, sekarang muncul istilah 'coronaphobia'  yang menunjukkan kecemasan terhadap Covid-19.

Peneliti mendefinisikan coronaphobia sebagai respon berlebihan karena takut tertular virus corona, menyebabkan kekhawatiran berlebihan disertai gejala fisiologi dan stres signifikan tentang virus karena takut kehilangan banyak hal.

Istilah ini muncul setelah menganalisis hampir 500 penelitian yang membahas kekhawatiran dan kepanikan yang dirasakan orang selama pandemi.

Dilansir Health, peneliti mencatat beberapa faktor yang dapat menyebabkan coronaphobia:

  • Berada dalam kondisi ketidakpastian, seperti apakah orang tersebut terinfeksi virus corona atau pekerjaan dalam bahaya.
  • Mempraktikan perilaku baru.
  • Kecemasan yang dapat berkembang ketika mendengar situasi selama pandemi.
Ilustrasi Stres Gara-Gara Media Sosial. (Shutterstock)
Ilustrasi kecemasan berlebihan terhadap Covid-19 yang disebut Coronaphobia. (Shutterstock)

Direktur Center for the Treatment and Study of Anxiety di University of Pennsylvania, Lily Brown, PhD, menjelaskan apa perbedaan kecemasan coronaphobia dengan kecemasan umum.

"Pada dasarnya, apakah Anda dapat melakukan hal-hal yang perlu dilakukan dalam menjalani kehidupan secara memuaskan? Sering kali ketika orang mengalami gangguan kecemasan, kondisi mereka mulai berkembang dan menjadi tantangan dalam melakukan kewajiban dan memenuhi kebutuhan mereka," jelas Brown.

Brown menambahkan, pandemi memang dapat menyebabkan kecemasan, tetapi jika Anda mulai sadar mengalami kesulitan memenuhi komitmen atau menyelesaikan tugas karena panik tertular virus, mungkin indikasi Anda menderita coronaphobia.

"Dan dukungan profesional untuk membantu mengelola kecemasan bisa efektif," tandas Brown.

Penelitian Brown menunjukkan rata-rata wanita melaporkan lebih banyak kecemasan daripada pria selama pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teman atau Kerabat Mengidap Gangguan Kecemasan? Berhenti Lakukan 4 Hal Ini

Teman atau Kerabat Mengidap Gangguan Kecemasan? Berhenti Lakukan 4 Hal Ini

Health | Senin, 08 Februari 2021 | 07:55 WIB

Depresi dan Kecemasan Picu Konsumsi Alkohol di Masa Pandemi Covid-19

Depresi dan Kecemasan Picu Konsumsi Alkohol di Masa Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 05:30 WIB

Peneliti London Sebut Petugas Medis ICU Berisiko Alami Kecemasan dan PTSD

Peneliti London Sebut Petugas Medis ICU Berisiko Alami Kecemasan dan PTSD

Health | Rabu, 13 Januari 2021 | 14:53 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB