Mengenal Migrain Aura, Sakit Kepala Bersamaan dengan Gangguan Sensorik

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Sabtu, 13 Februari 2021 | 18:05 WIB
Mengenal Migrain Aura, Sakit Kepala Bersamaan dengan Gangguan Sensorik

Suara.com - Sakit kepala migrain terjadi disebabkan oleh perubahan pada sistem saraf Anda. Ini membuat kepala terasa seperti berdenyut dengan tingkat sedang hingga parah dan biasanya hanya menyerang di satu sisi kepala saja.

Bagi beberapa orang, mereka bisa mengalami migrain aura. Mengutip dari Mayo Clinic, migrain dengan aura adalah sakit kepala parah yang terjadi bersamaan dengan pusing, mual, telinga berdenging, garis zigzag pada penglihatan, atau kepekaan terhadap cahaya.

Menguti WebMD, "aura" adalah istilah untuk setiap perubahan sensorik yang terjadi sebelum sakit kepala migrain. Mereka dapat memengaruhi penglihatan, pendengaran, atau kemampuan berbicara. Anda juga bisa mengalami kelemahan otot atau kesemutan.

Migrain aura biasanya terjadi dalam waktu satu jam sebelum sakit kepala dimulai dan umumnya berlangsung kurang dari 60 menit. Terkadang migrain aura terjadi dengan sedikit atau tanpa sakit kepala, terutama pada orang berusia 50 tahun ke atas.

Kebanyakan orang yang mengalami migrain dengan aura mengembangkan tanda dan gejala visual sementara yang cenderung dimulai di tengah bidang penglihatan dan menyebar ke luar. Ini mungkin termasuk:

  • Bintik buta (scotoma), yang terkadang digariskan dengan desain geometris sederhana
  • Garis zigzag yang secara bertahap melayang melintasi bidang penglihatan Anda
  • Bintik atau bintang berkilauan
  • Perubahan penglihatan atau kehilangan penglihatan
  • Kilatan cahaya

Gangguan sementara lainnya yang terkadang berhubungan dengan migrain aura meliputi:

  • Mati rasa, biasanya terasa seperti kesemutan di satu tangan atau di satu sisi wajah Anda yang mungkin menyebar perlahan di sepanjang anggota tubuh
  • Kesulitan berbicara
  • Kelemahan otot

Untuk pertolongan pertama, saat Anda mengalami migrain dengan aura, tinggallah di ruangan yang tenang dan gelap. Coba berikan kompres dingin atau tekanan pada area yang nyeri.

Minum pereda nyeri yang dijual di apotek seperti asetaminofen atau obat antiinflamasi nonsteroid ( NSAID ) seperti aspirin, ibuprofen , atau naproxen dapat membantu.

Jika pengobatan ini tidak berhasil dan Anda terus mengalami migrain 4 hari atau lebih dalam sebulan, sebaiknya menemui dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lapar Bikin Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya

Lapar Bikin Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 31 Januari 2021 | 11:25 WIB

Stres Kronis Adalah Pemicu Umum Migrain, Seperti Apa Gejalanya?

Stres Kronis Adalah Pemicu Umum Migrain, Seperti Apa Gejalanya?

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 07:05 WIB

Sering Mual Tanpa Sebab? Hati-hati Tanda Serangan Jantung!

Sering Mual Tanpa Sebab? Hati-hati Tanda Serangan Jantung!

Health | Kamis, 28 Januari 2021 | 08:14 WIB

Terkini

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB