Positif Virus Corona, ASI Wanita Ini Berubah Warna Hijau Neon

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 13 Februari 2021 | 19:54 WIB
Positif Virus Corona, ASI Wanita Ini Berubah Warna Hijau Neon
Ilustrasi air susu ibu atau ASI (shutterstock)

Suara.com - Seorang ibu muda dari Meksiko mengaku mengalami efek samping aneh akibat virus corona Covid-19 pada air susu ibu (ASI) miliknya.

Wanita bernama Anna Cortez itu mengaku bahwa ASI-nya berubah warna menjadi hijau neon yang mengkhawatirkan setelah terinfeksi virus corona Covid-19.

Seorang ahli pun mengatakan bahwa perubahan warna ASI yang dialami Anna bisa dipicu oleh antibodi alami dalam tubuhnya untuk melawan virus corona dan melindungi si bayi.

Ahli di bidang ASI itu mengaku sering menemukan pasiennya mengeluhkan perubahan warna ASI ketika terinfeksi virus.

"Perubahan warna ASI yang dialami oleh Anna itu sama seperti wanita lainnya. Mereka jatuh sakit dan ASI mereka berubah warna, tapi mereka terus berusaha memberi bayinya asupan makan," ujar seorang ahli dikutip dari Daily Star.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Anna sendiri mengaku telah menceritakan kondisinya pada dokter anaknya. Bahkan ia juga melakukan konsultasi laktasi akibat perubahan warna ASI-nya.

"Mereka semua berkata bahwa kondisi ini sangat wajar terjadi pada ibu yang sedang sakit atau ketika bayi sakit karena flu maupun virus perut. ASI pasti akan berubah dan beradaptasi dengan antibodi," ujar Anna.

Sementara itu, perubahan ASI Anna yang mencolok seperti hijau neon sekarang ini dipengaruhi oleh serangan virus yang sangat kuat.

"Dokter anak telah memberi tahu saya harus tetap menyusui anak ketika dinyatakan positif virus corona, karena langkah itu yang terbaik untuk kesehatannya. ASI akan memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Jika dia sakit, asupan ASI ini akan membantu melawannya," jelas Anna.

Anna mengatakan bahwa tubuh akan memberikan respons otomatis ketika terserang penyakit atau virus. Jika ibu mengalami perubahan warna ASI, artinya tubuh memang membutuhkan hal itu sebagai antibodi untuk melawan penyakit.

Sebelumnya, Anna dan anaknya yang masih 4 bulan dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Januari 2021. Anaknya, Mikayla mengalami gejala batuk dan demam, tetapi langsung sembuh dalam beberapa hari.

Sementara Anna, mengalami gejala flu serta kehilangan indra penciuman dan perasa. Kemudian, ia mengalami perubahan warna ASI, tepatnya 4 hari sebelum mengalami gejala dan dinyatakan positif virus corona.

Dr Natalie Shenker, peneliti ASI di Imperial College London sekaligus pendiri Human Milk Foundation, mengatakan bahwa wanita yang terinfeksi virus corona menghasilkan antibodi Covid-19 dalam ASI.

"Antibodi yang ada di dalam ASI ini adalah jenis antibodi yang bisa membunuh virus," jelas Dr Natalie.

Natalie juga menegaskan bahwa virus corona tidak akan masuk ke dalam ASI. Sebuah bukti menunjukkan bahwa tidak ada virus corona Covid-19 yang masuk ke dalam ASI dan menyusui tidak akan menularkan virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Terima Bantuan Rp 1,6 M dari Krakatau Karya Abadi untuk Masyarakat

Mensos Terima Bantuan Rp 1,6 M dari Krakatau Karya Abadi untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 13 Februari 2021 | 19:18 WIB

Sudah 415.486 Orang yang Divaksin Tahap Kedua

Sudah 415.486 Orang yang Divaksin Tahap Kedua

News | Sabtu, 13 Februari 2021 | 18:01 WIB

Petak Makam Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus Dipersempit

Petak Makam Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus Dipersempit

Foto | Sabtu, 13 Februari 2021 | 17:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB