Imunoterapi Bisa Jadi Harapan Bagi Pasien Kanker Prostat Seperti Kak Seto

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Senin, 15 Februari 2021 | 12:21 WIB
Imunoterapi Bisa Jadi Harapan Bagi Pasien Kanker Prostat Seperti Kak Seto
Seto Mulyadi alias Kak Seto [Suara.com/Herwanto]

Suara.com - Seto Mulyadi kini harus menjalani perawatan untuk diagnosis kanker prostat yang dialaminya. Ia mengumumkan bahwa dirinya mesti menjalani biopsi kanker prostat. 

Semua kabar itu diumumkan melalui akun Instagram miliknya beberapa waktu lalu. Di tengah kabar yang dialami Kak Seto, sebuah penelitian mengabarkan bahwa imunoterapi bisa menjadi harapan bagi para pasien kanker prostat. 

Hal ini merupakan temuan analisis jangka panjang uji klinis fase 3 internasional, yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal terkemuka European Urology. 

Studi tersebut menunjukkan bahwa kelangsungan hidup secara keseluruhan 2 - 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Melansir dari Science Daily, menurut ahli onkologi Michael Krainer dari Departemen Kedokteran I di Rumah Sakit Umum MedUni Vienna, respon imun yang diaktifkan kembali dapat membantu tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Dalam uji coba klinis fase 3 global pertama dari CPI pada kanker prostat CA184-043, hasil jangka panjangnya telah dipublikasikan di European Urology.

Uji coba baru-baru ini melibatkan total 799 pria. Hal itu dilakukan secara global di Amerika Serikat, Kanada, Amerika Selatan, Australia dan negara-negara bagian Eropa.

Meskipun dalam analisis pertama yang direncanakan, kelangsungan hidup pada kelompok yang diobati tidak signifikan, sedangkan analisis terbaru menunjukkan bahwa kelangsungan hidup jangka panjang setelah 3, 4 dan 5 tahun adalah dua - tiga kali lebih tinggi pada kelompok imunoterapi.

Mengingat hasil jangka panjang yang baru, Krainer mengatakan, imunoterapi sangat menjanjikan dan dapat digunakan, misalnya, ketika pilihan kemoterapi telah habis.

Hal ini dapat berguna untuk memulainya pada tahap awal, karena pengobatan tersebut lebih efektif jika hanya terdapat sedikit kanker dan pasien dalam keadaan kesehatan yang baik.

“Kami adalah kelompok pertama di Austria yang memperoleh pengalaman berharga, dan kami sekarang mencoba memasukkan imunoterapi ke dalam pengobatan dalam konteks klinis internasional,” paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kak Seto Jalani Biopsi Gegara Kanker Prostat, Apa Sih itu?

Kak Seto Jalani Biopsi Gegara Kanker Prostat, Apa Sih itu?

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 12:06 WIB

Kak Seto Jalani Operasi Biopsi Kanker Prostat, Begini Prosedurnya

Kak Seto Jalani Operasi Biopsi Kanker Prostat, Begini Prosedurnya

Health | Minggu, 14 Februari 2021 | 19:45 WIB

Warna ASI Berubah Saat Terinfeksi Covid-19 dan Berita Hits Kesehatan Lain

Warna ASI Berubah Saat Terinfeksi Covid-19 dan Berita Hits Kesehatan Lain

Health | Sabtu, 13 Februari 2021 | 21:02 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB