alexametrics

Studi: Vitamin C dan Zinc Tak Bantu Meringankan Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Studi: Vitamin C dan Zinc Tak Bantu Meringankan Covid-19
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Sebuah studi tegaskan bahwa vitamin C dan zinc tak membantu meringankan Covid-19.

Suara.com - Zinc dan vitamin C belakangan memang sering kali disebut bisa membantu mencegah maupun membantu mengobati Covid-19. Namun penemuan baru menunjukkan bahwa kedua nutrisi tersebut tak efektif dalam membantu meringankan atau mencegah Covid-19.

Melansir Medical Xpress, terlepas dari reputasi vitamin C dan Zinc yang meningkatkan kekuatan sistem kekebalan, sebuah studi baru melaporkan bahwa suplemen vitamin C dan zinc tidak membantu pasien Covid-19 pulih dari Covid-19.

Memberikan salah satu atau kombinasi keduanya (vitamin C atau zinc) kepada pasien tidak mengurangi keparahan atau durasi gejala Covid-19 secara signifikan . Studi ini telah diterbitkan pada jurnal JAMA Open Network.

"Ketika kami memulai uji coba ini, tidak ada penelitian yang mendukung terapi tambahan untuk pencegahan atau pengobatan pasien dengan Covid-19," kata penulis studi Dr. Milind Desai, direktur operasi klinis di Cleveland Clinic's Heart, Vascular & Thoracic Institute.

Baca Juga: Klaim Bisa Turunkan Kasus COVID-19, Ganjil Genap Bogor Dilanjut?

3 Efek Bahaya Kelebihan Vitamin C
3 Efek Bahaya Kelebihan Vitamin C

"Sementara vitamin C dan zinc terbukti tidak efektif sebagai pengobatan bila dibandingkan secara klinis dengan perawatan standar, studi tentang terapi lain terus berlanjut," imbuhnya. 

Para pasien dalam penelitian ini tidak dirawat di rumah sakit, tetapi mereka menerima perawatan rawat jalan.

"Kami tahu bahwa tidak semua pasien dengan Covid-19 memerlukan perawatan di rumah sakit. Dibandingkan dengan mereka yang dirawat di rumah sakit, mereka yang tak dirawat lebih mungkin mencari suplemen yang dapat membantu mereka, jadi ini populasi ideal untuk dipelajari dalam penelitian," kata rekan penulis studi Dr. Suma Thomas, wakil ketua operasi strategis di Cleveland Clinic's Heart, Vascular & Thoracic Institute.

Komentar