Peneliti Menduga Trombosit Berperan dalam Perkembangan Penyakit Lupus

Kamis, 18 Februari 2021 | 18:10 WIB
Peneliti Menduga Trombosit Berperan dalam Perkembangan Penyakit Lupus
Penyakit lupus. (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti dari Université Laval dan CHU de Québec-Université Laval Research Center menduga trombosit memainkan peran kunci dalam perkembangan lupus.

DNA ekstraseluler dalam darah pasien lupus menyebabkan reaksi inflamasi yang berhubungan dengan penyakit tersebut. Peneliti menunjukkan DNA ini sebagian berasal dari trombosit, yang fungsi umumnya adalah pembekuan darah.

"Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada berbagai bagian tubuh, terutama sendi, kulit, otak, dan ginjal," kata penulis utama Éric Boilard, dilansir Medical Xpress.

Boilard menambahkan, penyakit ini menyerang 40 orang per 100.000 dan seringkali terdiagnosis antara usia 20 hingga 40 tahun. Lupus juga 9 kali lebih umum pada wanita daripada pria.

Salah satu penyebab umum dari reaksi parah lupus adalah adanya antibodi anti-DNA dalam darah.

Ilustrasi Sel Darah Merah (pixabay/qimono)
Ilustrasi Sel Darah Merah (pixabay/qimono)

"Ketika DNA bersirkulasi dengan bebas di dalam darah, kompleks antigen-antibodi terbentuk dan terakumulasi di jaringan di mana lupus muncul," sambung Biolard.

Mekanisme pasti dari pembentukan antibodi anti-DNA masih belum diketahui. Tetapi kemungkinan besar DNA ekstraseluler adalah salah satu penyebab respon imun terhadap DNA.

Tim Boilard menganalisis sampel darah dari 74 pasien lupus dan menemukan trombosit adalah sumber DNA ekstraseluler.

"Tepatnya, DNA ada di dalam mitokondria trombosit. Sebagian besar DNA itu sebenarnya masih di dalam mitokondria, di dalam darah yang kami pelajari. Tubuh memproduksi antibodi yang menyerang mitokondria sekaligus DNA mitokondria karena menganggapnya sebagai musuh," lanjutnya.

Baca Juga: Idap Autoimun, Kondisi Terkini Ashanty Usai Positif Covid-19 Terungkap

Saat trombosit diaktifkan, mitokondria dan DNA di dalamnya dilepaskan.

"Namun, aktivasi ini tampaknya tidak terjadi saat trombosit memainkan fungsi umumnya, yakni mencegah pendarahan," tutur Biolard.

Menurutnya, jika ia dan timnya dapat menghentikan proses aktivasi ini, pelepasan mitokondria dan DNA mitokondria dapat dicegah, sehingga reaksi autoimun dalam lupus tidak terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI