Hentikan Mulai Sekarang, Kebiasaan Begadang Bikin Rentan Alami Depresi

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 19 Februari 2021 | 10:09 WIB
Hentikan Mulai Sekarang, Kebiasaan Begadang Bikin Rentan Alami Depresi
Ilustrasi begadang main media sosial. (Shutterstock)

Suara.com - Seperti yang diketahui, tidur cukup sangatlah penting untuk kesehatan, baik secara fisik dan mental. Sebaliknya, sering begadang dan kurang tidur akan mengganggu siklus bangun-tidur alami tubuh, yang nantinya akan memberi efek samping kesehatan jangka panjang,

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal npj Digital Medicine menunjukkan bahwa jadwal tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko depresi. Demikian dilansir dari The Health Site.

Untuk penelitian tersebut, tim menggunakan data yang dikumpulkan melalui perangkat yang dapat dikenakan untuk melacak peserta yang tidur. Para partisipan juga melaporkan suasana hati mereka sehari-hari di aplikasi smartphone dan diuji tanda-tanda depresi setiap tiga bulan.

Lebih dari 2.100 dokter karir awal secara sukarela mengikuti penelitian yang berlangsung selama lebih dari satu tahun

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering begadang, atau tidur paling sedikit, memiliki skor lebih tinggi pada gejala depresi dan lebih rendah pada suasana hati sehari-hari.

Ilustras: Begadang, kerja lembur, shift malam. (Shutterstock)
Ilustras: Begadang, kerja lembur, shift malam. (Shutterstock)

Penelitian juga mengungkapkan bahwa orang begadang lebih cenderung memiliki gula darah tinggi, yang dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kardiovaskular dan kerusakan ginjal, selain menyebabkan masalah sementara seperti kelelahan dan sakit kepala.

Kini orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di Netflix dan media sosial lainnya sehingga jam tidur turun secara drastis. Banyak penelitian lain telah mengaitkan tingginya durasi dan frekuensi penggunaan media sosial dengan peningkatan risiko kondisi mental seperti depresi, kecemasan, kesepian, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri.

Tidak hanya itu, cahaya biru yang dipancarkan dari layar gadget dapat mengganggu kesehatan Anda. Paparan sinar biru yang berlebihan dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan sel retinal yang dapat menyebabkan masalah penglihatan, katarak, serta kanker mata.

Ini juga dapat membuat Anda lebih sulit untuk tertidur atau tetap tertidur. Maka dari itu, hindari gadget setidaknya dua jam sebelum waktu tidur untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak dan melindungi kesehatan mental Anda.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masalah Kesehatan Mental Semakin Banyak Ditemukan, Apa Penyebabnya?

Masalah Kesehatan Mental Semakin Banyak Ditemukan, Apa Penyebabnya?

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 18:51 WIB

Ketahui 5 Tanda Umum Seseorang Alami Depresi Klinis

Ketahui 5 Tanda Umum Seseorang Alami Depresi Klinis

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 19:25 WIB

Gantung Diri, Anak Punk Tangsel Depresi Istri Dibui di Rutan Pondok Bambu

Gantung Diri, Anak Punk Tangsel Depresi Istri Dibui di Rutan Pondok Bambu

Jakarta | Rabu, 17 Februari 2021 | 15:43 WIB

Terkini

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

×