Tes Vaksin Covid-19, Seberapa Perlu Uji Coba Tantangan pada Manusia?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 20 Februari 2021 | 15:49 WIB
Tes Vaksin Covid-19, Seberapa Perlu Uji Coba Tantangan pada Manusia?
Tenaga kesehatan lansia divaksin corona

Suara.com - Program vaksinasi virus corona Covid-19 telah dimulai di banyak negara. Inggris pun menjadi negara pertama yang melakukan uji coba tantangan pada manusia (HCT) terkait vaksin Covid-19.

Dalam uji coba tantangan pada manusia, orang yang divaksin akan dibiarkan terpapar virus corona Covid-19 di lingkungan yang aman dan terkendali.

Kemudian, ilmuwan akan memperoleh efek vaksin Covid-19 pada para sukarelawan selama 24 jam per hari secara dekat. Mereka bisa melihat cara kerja vaksin Covid-19 dan efek sampingnya.

Dalam rangka uji coba, lebih dari 90 sukarelawan sehat yang berusia antara 18 hingga 30 tahun akan terpapar sejumlah kecil virus corona di lingkungan yang terkendali.

Sederhananya, para peserta akan ditantang untuk menguji tingkat efektivitas vaksin Covid-19 dalam tubuhnya ketika terpapar virus corona.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Pada Maret 2020, peneliti akan menggunakan jenis virus corona yang telah beredar di Inggris, yang dikatakan berisiko rendah untuk orang dewasa muda dan sehat.

Uji coba vaksin Covid-19 pada manusia ini dilakukan oleh Satgas Vaksin pemerintah, Imperial College London, Royal Free London NHS Foundation Trust, dan perusahaan klinis bernama hVIVO.

Sebenarnya, uji coba tantang manusia bukan bagian dari pengembangan vaksin Covid-19. Meskipun beberapa pengembang vaksin Covid-19 meminta uji coba pada manusia untuk mengukur tingkat akurasinya.

Karena dilansir dari Times of India, uji coba untuk mengukur efektivitas vaksin Covid-19 pada hewan tidak bisa diterapkan pada manusia secara akurat.

HCT akan memberikan informasi yang lebih akurat tentang penyakit dan pengaruhnya terhadap manusia. Tapi, metode HCT ini harusnya tidak bisa dilakukan pada penyakit yang memiliki angka kasus kematian yang tinggi dan belum ada obatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Susun Skema Vaksinasi Covid-19 bagi Warga Pulau Terluar Lampung

Pemerintah Susun Skema Vaksinasi Covid-19 bagi Warga Pulau Terluar Lampung

Lampung | Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:38 WIB

Survei Ungkap Banyak Orang China Ogah Divaksin Covid-19, Apa Sebab?

Survei Ungkap Banyak Orang China Ogah Divaksin Covid-19, Apa Sebab?

Health | Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:15 WIB

Vaksin Johnson & Johnson Ajukan Izin Penggunaan Darurat ke WHO

Vaksin Johnson & Johnson Ajukan Izin Penggunaan Darurat ke WHO

Health | Sabtu, 20 Februari 2021 | 13:57 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB