alexametrics

Bisa Cegah Depresi, Bermain Game Baik Bagi Kesehatan Mental Remaja

M. Reza Sulaiman | Aflaha Rizal Bahtiar
Bisa Cegah Depresi, Bermain Game Baik Bagi Kesehatan Mental Remaja
Ilustrasi remaja tengah bermain game. [Shutterstock]

Bermain game bukan sekadar menghabiskan waktu luang. Studi mengatakan, bermain game juga bisa menjadi cara untuk mencegah depresi

Suara.com - Bermain game bukan sekadar menghabiskan waktu luang. Studi mengatakan, bermain game juga bisa menjadi cara untuk mencegah depresi

Studi itu, yang dipublikasikan di jurnal Psychological Medicine, menemukan bahwa anak lelaki yang bermain game sejak usia 11 tahun jarang mengalami depresi tiga tahun ke depan.

Temuan lainnya menyebut anak perempuan yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dapat mengembangkan gejala depresi yang lebih parah.

Mahasiswa PhD Aaron Kandola dari University College London, Department of Psychiatry mengatakan, bermain video game belum bisa dipastikan benar-benar bermanfaat bagi kesehatan mental atau tidak. Namun hingga kini, tak ditemukan efek negatifnya bagi kesehatan jiwa.

Baca Juga: Mahasiswa Rentan Depresi, Kampus Wajib Perhatikan Kesehatan Mental

Ilustrasi depresi (shutterstock)
Ilustrasi depresi (shutterstock)

"Hal itu tidak tampak berbahaya pada penelitian kami, dan mungkin memiliki beberapa manfaat. Terutama selama pandemi, video game telah menjadi platform sosial yang penting bagi kaum muda," ungkapnya seperti dilansir dari Neurosciencenews.com.

Partisipan penelitian menjawab pertanyaan tentang waktu yang mereka habiskan dengan bermain media sosial, bermain video game, dan penggunaan internet pada usia 11 tahun.

Mere juga menjawab pertanyaan terkait gejala depresi seperti suasana hati yang buruk, kehilangan kesenangan, dan konsentrasi buruk. Kuesioner tersevyt mengukur gejala depresi dengan tingkat keparahannya, dan tidak memberikan diagnosis klinis.

Para peneliti menemukan bahwa anak laki-laki yang bermain video game hampir setiap hari memiliki gejala depresi 24% lebih sedikit, dibandingkan anak laki-laki yang bermain video game kurang dari sekali dalam sebulan.

Temuan tersebut hanya signifikan pada anak laki-laki dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah, dan tidak ditemukan di kalangan perempuan.

Baca Juga: Sering Dialami Wanita, Gila Kerja Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Para peneliti mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa anak laki-laki yang kurang aktif dapat memperoleh lebih banyak kesenangan dan interaksi sosial melalui video game.

Komentar