12 Perilaku Sederhana untuk Tingkatkan Kesuburan Perempuan Usia 30 Tahunan

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 23 Februari 2021 | 05:50 WIB
12 Perilaku Sederhana untuk Tingkatkan Kesuburan Perempuan Usia 30 Tahunan
Ilustrasi: 12 Perilaku Sederhana untuk Tingkatkan Kesuburan Perempuan Usia 30 Tahunan

Suara.com - Tingkat kesuburuan pasangan suami istri merupakan faktor utama yang memengaruhi pasanganan untuk memiliki anak.

Bagi istri sendiri, memang tak mustahir untuk memiliki anak di usia 30 tahunan. Hanya saja, perempuan perlu memerhatikan kesehatan kesuburan agar tetap optimal dalam kehamilan.

Ada beberapa hal yang disarankan perempuan agar kesuburun meningkat saat usia 30an, seperti yang dikutip drai Asiaone.

Ilustrasi

1. Kurangi asupan alkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol tidak sehat untuk tubuh, bukan hanya pada laki-laki tapi juga perempuan. Penelitian telah menunjukkan asupan alkohol berlebih dapat memengaruhi motilitas sperma laki-laki. Ditambah lagi, fakta bahwa perempuan rentan efek negatif konsumsi alkohol, termasuk kesuburan yang rendah.

2. Menjaga berat badan ideal
Berat badan bisa sangat memengaruhi kemampuan hamil. Studi menunjukkan perempuan yang kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh lebih besar dari 35 kg per meter lebih sulit hamil.

3. Atur pola makan
Perbanyak konsumdi makanan yang terbukti bisa meningkatkan kesuburan perempuan juga laki-laki. Seperti minyak ikan, sayuran, bawang putih, madu, dan alpukat. Ada juga berbagai makanan yang harus dihindari seperti makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta ikan yang memiliki tingkat merkuri tinggi.

4. Olahraga
Penelitian dari American Journal of Lifestyle Medicine menyebutkan banyaknya aktivitas fisik yang dilakukan dapat memengaruhi kemandulan. Bahkan olahraga berat dapat membuat perempuan melewatkan ovulasi atau bahkan mengalami kegagalan implantasi. Olahraga sederhana sudah cukup untuk meningkatkan kebugaran tubuh seperti jalan kaki, bersepeda, berenang.

5. Kurangi minum kopi menjadi dua hari sekali
Terlalu banyak asupan kafein dapat berdampak buruk bagi kesuburan perempuan. Tidak hanya dapat meningkatkan risiko bayi lahir mati, minum lebih dari 300 miligram kopi sehari dapat mengganggu kesuburan.

6. Catat siklus menstruasi secara teratur
Penting untuk mencatat siklus menstruasi, dengan begitu bisa diketahui pula kapan masa subur perempuan. Menentukan waktu terbaik untuk berhubungan seksual bisa meningkatkan peluang untuk memiliki anak. Terutama karena siklus menstruasi mungkin dapat berubah ketika mencapai usia 30-an.

7. Pilih suplemen lebih teliti
Memilih suplemen dan herbal yang tepat untuk diminum dapat membantu suksesi konsepsi. Mineral seperti magnesium dan folat bermanfaat sejak sebelum dan selama kehamilan. Asupan minyak ikan juga dapat membantu menyeimbangkan hormon dan dapat menghasilkan perkembangan janin yang sehat.

8. Hindari merokok
Berhenti merokok akan sangat bermanfaat bagi kesehatan juga kehamilan. Merokok dapat menyebabkan keguguran dan lahir mati. Padahal, wanita yang merokok menghadapi dua kali lipat risiko kemandulan. Berhenti merokok dan menghindari asap rokok dapat meningkatkan lapisan rahim bahkan dapat meningkatkan peluang untuk hamil.

9. Berhubungan seks setiap dua hari
Gagal hamil membuat stres bagi pria dan wanita. Di sinilah berhubungan seks dapat berperan. Semakin mencoba, semakin baik peluang Anda untuk hamil. Jadi teruslah melakukannya.

10. Minta pasangan pakai celana longgar
Memakai celana ketat dikatakan berbahaya bagi alat vital laki-laki karena bisa membuat testis terlalu panas dan mengurangi produksi sperma. Karena itu, minta suami untuk memakai celana yang lebih longgar. Dengan cara ini bisa merasa lebih nyaman juga akan meningkatkan jumlah sperma.

11. Kelola stres
Terus mendapatkan hasil tes kehamilan negatif bisa membuat frustasi. Tapi itu harus bisa dikelola dengan baik. Stres dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Perempuan yang mengalami stres, bahkan selama kehamilan, berisiko tingkatkan lahir mati. Jadi saat mencoba untuk hamil, pastikan untuk rileks dan melakukan aktivitas yang menenangkan.

12. Konsultasi dengan dokter
Sebelum memulai diet apa pun atau melakukan aktivitas fisik apa pun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memeriksa apa yang terbaik bagi Anda dan pasangan. Jika mengalami masalah kesuburan, pastikan bicarakan hal itu pada dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Caranya Puaskan Hubungan Seksual Dengan Pasangan Jarak Jauh

Begini Caranya Puaskan Hubungan Seksual Dengan Pasangan Jarak Jauh

Bogor | Minggu, 21 Februari 2021 | 09:30 WIB

Kabar Bahagia, Pangeran Harry dan Meghan Markle Umumkan Kehamilan Anak Ke 2

Kabar Bahagia, Pangeran Harry dan Meghan Markle Umumkan Kehamilan Anak Ke 2

Your Say | Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:18 WIB

Alami Plasenta Previa Menjelang Melahirkan, Apa yang Harus Dilakukan?

Alami Plasenta Previa Menjelang Melahirkan, Apa yang Harus Dilakukan?

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 10:43 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB