Dikira Cacing Pemakan Otak, Benda di Telinga Bocah Ini Ternyata Selotip

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 24 Februari 2021 | 13:20 WIB
Dikira Cacing Pemakan Otak, Benda di Telinga Bocah Ini Ternyata Selotip
DIkira Cacing Berbahaya ternyata cuma selotip. (Dok: Facebook/Gemma Tyson)

Suara.com - Seorang ibu di Inggris merasa lega sekaligus malu setelah mengetahui bahwa "cacing pemakan otak" putranya sebenarnya adalah selotip yang tidak berbahaya.

Cobaan berat itu terjadi pada November 2019, tapi ia langsung viral karena merinci kejadian itu di Facebook. Demikian seperti dilansir dari New York Post.

"Saya menyia-nyiakan waktu dokter," tulis Gemma Tyson, 39, bersama dengan sekejap "parasit" yang dia cabut dari telinga anaknya.

Kekacauan dimulai setelah warga Bristol, Inggris, putra warga Ashton, 10, datang kepadanya mengeluh tentang "telinga gatal.

DIkira Cacing Berbahaya ternyata cuma selotip. (Dok: Facebook/Gemma Tyson)
DIkira Cacing Berbahaya ternyata cuma selotip. (Dok: Facebook/Gemma Tyson)

Awalnya benda itu dikira "bola lilin besar". Tapi Tyson dengan cepat menyadari ada sesuatu yang terjadi setelah dia menarik benda asing dengan penjepit dan benda itu terus keluar seperti pita sutra penyihir.

“Itu seperti tekstur lengket / lilin yang tidak bisa kau pisahkan,” kata ibu tiga anak yang terperanjat, yang berpikir, “Ya Tuhan, dia memiliki cacing raksasa di telinganya.”

Saat itu, Tyson langsung memeriksakan diri ke pusat medis. Sayangnya, para dokter juga tidak yakin apa penyebabnya sehingga mereka mengirimnya ke laboratorium untuk diuji.

"Saya pergi sambil berpikir bahwa anak saya memiliki cacing di telinganya," kata ibu yang putus asa itu.

Kelegaan akhirnya datang beberapa jam kemudian ketika Ashton berkata, "Saya ingin tahu apakah itu selotip yang saya masukkan ke telinga saya minggu lalu karena saya tidak bisa mengeluarkannya."

Ternyata, bocah itu telah memasukkan selotip yang digulung ke telinganya, dan tidak berpikir untuk memberi tahu orang tuanya sampai setelah janji dengan dokter.

Meskipun merasa malu dengan kejadian itu, Tyson mengatakan bahwa dia "lega itu bukan cacing."

Dia menyimpulkan cerita yang menjijikkan itu dengan bertanya kepada netizen tentang barang-barang aneh lainnya yang dimasukkan anak-anak mereka ke telinga mereka.

“Anak saya ada play doh, kertas stiker, dan kulit jeruk di telinganya,” tulis seorang.

Sayangnya, bukan hanya anak kecil yang bersalah karena menempatkan benda asing ke dalam berbagai lubang dan kemudian "melupakan" tentangnya.

Seorang pria Australia mendefinisikan ulang "pothead" setelah diketahui bahwa infeksi sinusnya disebabkan oleh mariyuana. Dia memasukkan hidungnya ke hidungnya bertahun-tahun yang lalu dalam skema penyelundupan setengah matang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Dikabari saat Pacarnya Meninggal, Reaksi Cowok Ini Nyesek Abis!

Tak Dikabari saat Pacarnya Meninggal, Reaksi Cowok Ini Nyesek Abis!

Hits | Rabu, 24 Februari 2021 | 12:29 WIB

Terekam Kamera Salat Subuh di Kereta, Aksi Wanita Ini Mengetuk Hati Publik

Terekam Kamera Salat Subuh di Kereta, Aksi Wanita Ini Mengetuk Hati Publik

Hits | Rabu, 24 Februari 2021 | 12:27 WIB

Viral Momen Pasangan Taaruf Menikah, Gemetaran saat Salaman!

Viral Momen Pasangan Taaruf Menikah, Gemetaran saat Salaman!

Hits | Rabu, 24 Februari 2021 | 12:26 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB