alexametrics

Putrinya Meninggal akibat Corona, Orangtua Sarankan Waspada Gejala Berikut

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Putrinya Meninggal akibat Corona, Orangtua Sarankan Waspada Gejala Berikut
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Soal Covid-19, berikut gejala yang perlu diwaspadai pada anak-anak.

Suara.com - Orangtua dari anak enam tahun asal Tennessee yang meninggal akibat Covid-19, memperingatkan agar para orangtua lain perlu mempelajari gejala awalya.

"Tampaknya (gejala) sangat berbeda pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa, jadi sulit untuk mengetahui apa yang harus dicari," kata Priscilla Morse kepada CNN, ibu dari Gigi Morse (anak yang meninggal akibat Covid-19).

Gigi meninggal karena virus pada 4 Agustus tahun 2020 lalu di Tennessee. Keluarga Morse mengatakan bahwa Gigi tampak baik-baik saja beberapa jam sebelum dia meninggal kecuali munculnya gejela yang tidak biasa. Meskipun suhu tubuhnya normal, gejala tak biasa yang muncul adalah ruam di bahu Gigi.

"Kami diberi tahu (dokter) bahwa dia (Gigi) sakit perut. Bawa dia pulang, biarkan dia makan es loli dan istirahatlah," kenang Priscilla sambil menahan air mata seperti yang dikutip dari Independent.

Baca Juga: Studi Terbaru: Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan di Kain Hingga 72 Jam

"Jadi kami membawanya pulang, membaringkannya untuk tidur siang. Saya pergi ke toko untuk membeli es loli dan saya pulang ke rumah namun sudah ada dua ambulans, truk pemadam kebakaran, mobil polisi di depan rumah saya dan putri saya meninggal," imbuhnya.

Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Melansir dari Independent, meskipun ruam dan muntah biasanya tidak terkait dengan Covid-19 pada orang dewasa, namun gejala tersebut menjadi tanda umum Covid-19 pada anak-anak. Menurut Mayo Clinic, anak-anak dengan virus sering mengalami gejala perut seperti mual, muntah, sakit perut, diare, dan kurang makan atau nafsu makan buruk.

Ruam sendiri dapat menjadi tanda reaksi berlebihan sistem kekebalan terhadap virus atau yang disebut sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak atau MIS-C.

"Setiap orangtua yang memiliki anak yang lesu, muntah, dan mengalami ruam harus segera pergi ke dokter," kata Priscilla.

Secara keseluruhan, virus corona jarang terjadi pada anak-anak dan anak-anak yang tertular virus umumnya cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk jatuh sakit seperti orang dewasa.

Baca Juga: Waspada! Varian Covid-19 California Disebut Lebih Menular dan Mematikan

Para ahli mengatakan anak-anak yang memiliki kondisi medis lain yang sudah ada sebelumnya sangat rentan terhadap virus corona. Pada kasus ini, Gigi menderita autisme, epilepsi, dan hidrosefalus.

Komentar