Amankah Vaksin Covid-19 untuk Orang Alergi Konjungtivitis?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 25 Februari 2021 | 15:33 WIB
Amankah Vaksin Covid-19 untuk Orang Alergi Konjungtivitis?
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Tak semua orang bisa mendapatkan suntikan vaksin virus corona Covid-19 karena beberapa kondisi, seperti ibu hamil dan orang yang memiliki riwayat alergi parah.

Tapi, beberapa orang yang memiliki alaergi hay fever mungkin juga khawatir jika harus suntik vaksin Covid-19. Hay fever adalah penyakit alergi serbuk sari dalam jumlah tinggi yang menyebabkan demam, batuk, dan bersin.

Pada akhir Desember 2020 lalu dilansir dari Mirror UK, Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan telah mengeluarkan penyataan setelah meninjau lebih dari 1 juta dosis di Inggris dan Amerika Utara.

Mereka mengatakan bahwa tidak ada bukti peningkatan risiko reaksi alergi terhadap vaksin Pfizer. Satu-satunya penghalang adalah orang yang alergi terhadap vaksin Covid-19 itu sendiri.

Mereka menekankan bahwa alergi bawaan bukan berarti melarang seseorang untuk melakukan vaksin Covid-19. Kecuali, mereka alergi terhadap vaksin tersebut atau kandungannya.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Rebecca E Glover dan rekan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, UCLH London dan Harvard Medical School, AS, mengatakan menolak vaksin karena memiliki alergi akan mengkhawatirkan di masa pandemi sekarang ini.

Karena, 20 hingga 40 persen populasi di Inggris dan Amerika Serikat memiliki setidaknya satu bentuk alergi, termasuk hay fever, konjungtivitis, asma, eksim dan dermatitis kontak, alergi makanan serta utikaria.

Kekhawatiran lainnya adalah penerimaan publik terhadap vaksin Covid-19 nampaknya semakin berkurang. Awalnya, antusias publik terhadap vaksin Covid-19 mencapai 90 persen, tetapi sudah menurun 64 persen sejak Juli 2020.

Saah satu masalahnya adalah keraguan terhadap vaksin Covid-19 nampaknya lebih tinggi di kalangan etnis minoritas. Karena, mereka paling rentan terhadap virus corona Covid-19.

baca juga

Menurutnya, para ahli harus lebih transparan mengenai risiko alergi di balik vaksin Covid-19 dengan semua orang secara umum.

Hal terpenting adalah risiko alergi yang parah bukan berarti seseorang harus menghindari vaksinasi, kecuali mereka alergi terhadap vaksin itu sendiri.

Rebecca juga berpendapat bahwa kepercayaan publik akan meningkat jika pemberian dan efek samping dari vaksin Covid-19 diinformasikan secara terbuka.

Para ahli juga perlu menjelaskan perbedaan antara alergi parah, sedang, dan ringan terkait risiko pengambilan vaksin Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua di Sumut Dimulai Maret, Ini Daftar Penerimanya

Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua di Sumut Dimulai Maret, Ini Daftar Penerimanya

Sumut | Kamis, 25 Februari 2021 | 14:44 WIB

Studi Terbaru: Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan di Kain Hingga 72 Jam

Studi Terbaru: Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan di Kain Hingga 72 Jam

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 14:42 WIB

CDC Sebut Pembukaan Sekolah akan Picu Wabah Flu Biasa

CDC Sebut Pembukaan Sekolah akan Picu Wabah Flu Biasa

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 15:03 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×