Jangan Lupa Bahagia, Suasana Hati yang Baik Dapat Meningkatkan Kesehatan

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Jum'at, 26 Februari 2021 | 15:08 WIB
Jangan Lupa Bahagia, Suasana Hati yang Baik Dapat Meningkatkan Kesehatan
Ilustrasi perempuan bahagia. (Pexels)

Suara.com - Suasana hati benar-benar dapat memengaruhi kesehatan Anda, demikian dikatakan Dr. Erin Michos, direktur Women's Cardiovascular Health di Johns Hopkins di Baltimore.

Studi menunjukkan emosi negatif — termasuk kemarahan, permusuhan, dan pesimisme — terkait dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi dan kemungkinan pemulihan yang lebih rendah dari peristiwa seperti serangan jantung, serta kesehatan kognitif yang lebih buruk.

Sebaliknya, semakin banyak penelitian menunjukkan perasaan seperti kebahagiaan, optimisme, rasa syukur, atau kepuasan dalam hidup, mengarah pada kesehatan jantung dan otak yang lebih baik.

Sebuah studi tahun 2016 di Health Psychology bahkan menemukan bahwa memiliki pasangan yang bahagia dapat meningkatkan kesehatan seseorang secara keseluruhan dan meningkatkan perilaku sehat, seperti menjadi lebih aktif secara fisik.

Ada banyak alasan untuk ini, kata Michos, seorang ahli jantung yang ikut menulis pernyataan ilmiah American Heart Association baru-baru ini tentang cara kesehatan psikologis memengaruhi kesehatan jantung dan otak.

Perasaan negatif yang kuat, seperti amarah, dan stres, kecemasan, atau depresi, mengaktifkan amigdala, wilayah di otak yang menangani emosi. Ini mengaktifkan respons "melawan atau lari" di tubuh, memicu pelepasan kortisol dan adrenalin, hormon yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah meningkat.

"Ini bisa membuat stres jantung, terutama bagi orang yang memiliki kondisi jantung yang buruk," katanya

Ini juga dapat menyebabkan trombosit darah membentuk gumpalan, dan memicu pecahnya plak di jantung atau otak, menyebabkan serangan jantung atau stroke. Stres berkepanjangan juga meningkatkan peradangan dan menurunkan respons imun tubuh.

Respon biologis ini mungkin diperparah oleh perilaku berbahaya, misalnya pada orang dengan mekanisme koping yang buruk dalam menghadapi stres, seperti kurang tidur, makan berlebihan, dan kurang berolahraga.

Di sisi lain, menurunkan stres melalui perasaan positif juga memengaruhi sirkuit otak, kata Jill Goldstein, pendiri dan direktur eksekutif Innovation Center on Sex Differences in Medicine, sekaligus profesor psikiatri dan kedokteran di Harvard Medical School di Boston.

Perhatian penuh, humor, dan keterampilan mengatasi kondisi mental lainnya dapat membantu orang tetap sehat dengan mengurangi jumlah kortisol yang mengalir di tubuh mereka, kata Goldstein. Pada wanita, ini dapat melindungi produksi estradiol, sejenis estrogen yang penting untuk menjaga kesehatan otak yang baik.

"Kita juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh saat kita membantu mengatur respons stres," katanya.

"Otak berbicara kepada tubuh dan menenangkan tubuh. Ini memperlambat pernapasan dan detak jantung Anda. Beberapa orang lebih mampu melakukan ini daripada yang lain," tambahnya lagi, melansir dari Healthshots

Dan penelitian juga menunjukkan bahwa apapun yang baik untuk jantung, juga baik untuk otak.

Michos mengatakan orang tidak harus ceria atau santai secara alami untuk mendapatkan manfaat ini. Beberapa di antaranya bisa dipelajari, misalnya dengan memupuk pemikiran positif serta mekanisme koping untuk menghadapi kesulitan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paras Cantiknya Terpampang di Bokong Truk, Wanita Ini Girang Bukan Main

Paras Cantiknya Terpampang di Bokong Truk, Wanita Ini Girang Bukan Main

Hits | Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:48 WIB

Bad Mood Bisa Disebabkan Bakteri Jahat di Usus, Ini Solusi Memperbaikinya!

Bad Mood Bisa Disebabkan Bakteri Jahat di Usus, Ini Solusi Memperbaikinya!

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 09:35 WIB

Hidup Lebih Berkualitas, Ini Cara Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif

Hidup Lebih Berkualitas, Ini Cara Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif

Your Say | Rabu, 17 Februari 2021 | 17:57 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB