alexametrics

Ada 3 Jenis Sakit Kepala, Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Ada 3 Jenis Sakit Kepala, Kenali Gejala dan Penyebabnya!
Ilustrasi orang sakit kepala (Pixabay/geralt)

Ada beberapa jenis sakit kepala yang masing-masing memiliki gejala dan pengobatan berbeda.

Suara.com - Semua orang pasti pernah mengalami sakit kepala, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Terkadang, kondisi ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Anda bisa menderita sakit kepala kronis bila mengalaminya secara rutin. Anda bisa mengalami nyeri ringan hingga parah yang mungkin tidak pernah hilang sepenuhnya.

Ada berbagai macam jenis sakit kepala kronis, yang masing-masing memiliki gejala dan pengobatan berbeda. Karena itu dilansir dari Times of India, penting untuk memahami berbagai jenis sakit kepala harian.

1. Sakit kepala tegang kronis

Baca Juga: Studi: Satu Suntikan Vaksin Pfizer Cegah Varian Baru Virus Corona Menyebar

Sakit kepala tegang kronis adalah jenis sakit kepala yang paling umum dialami orang-orang. Kondisi ini terjadi karena kontraksi otot-otot di dahi, yang menyebabkan nyeri tumpul dan nyeri otot di kedua sisi kepala.

Beberapa hal yang bisa memicu sakit kepala tegang, termasuk suara keras, asap, dan tingkat kecerahan layar atau cahaya. Bahkan dehidrasi bisa menjadi penyebab sakit kepala tegang kronis ini.

sakit kepala. (Elements Envato)
sakit kepala. (Elements Envato)

2. Migrain

Sakit kepala migrain biasanya hanya dirasakan di satu sisi kepala. Sakit kepala ini sebagian besar adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh disregulasi neurotransmitter, peradangan dan aktivitas listrik yang berkeliaran di otak.

Orang yang menderita sakit kepala jenis ini biasanya mengalami sakit menusuk dan bisa berlangsung selama berhari-hari. Sakit kepala migrain juga meningkatkan kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau.

Baca Juga: Cukup 1 Kali Suntikan Vaksin Pfizer Cegah Penularan Virus Corona 75 Persen

Umumnya, sakit kepala ini disebabkan oleh gangguan episodik dan beberapa faktor gaya hidup, seperti konsumsi obat sakit kepala berlebihan yang diresepkan atau dijual bebas (OTC).

Komentar