Empat Alasan Orang Kurang Empati dengan Kerabat Terdekatnya, Kamu Termasuk?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 28 Februari 2021 | 17:59 WIB
Empat Alasan Orang Kurang Empati dengan Kerabat Terdekatnya, Kamu Termasuk?
Ilustrasi ngobrol. (Pixabay)

Suara.com - Empati memainkan peran penting dalam membangun dan menjaga hubungan dengan orang lain.

Ini adalah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan mereka, melihat sudut padangnya, dan membayangkan posisi orang tersebut.

Namun, ada beberapa orang yang memiliki sedikit empati terhadap orang-orang terdekatnya. Meski dengan orang asing dia terlihat mudah tersentuh atau penuh kasih.

Misalnya, orang tersebut akan tersentuh ketika bertemu orang asing yang terlihat kesusahan. Namun, ketika berhadapan dengan orang terdekat, orang tersebut justru menjadi dingin.

Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Ilustrasi dua perempuan sedang asyik berbincang-bincang. (sumber: Visualphotos)
Ilustrasi dua perempuan sedang asyik berbincang-bincang. (sumber: Visualphotos)

1. Kemarahan.

Alasan pertama dan terbesar, dilansir Huffington Post, adalah kemarahan. Emosi ini menghalangi kemampuan seseorang dalam merasakan kehangatan orang-orang terdekat.

Orang tersebut tidak akan khawatir saat kekasihnya mendapat masalah di kantor. Sebaliknya, orang tersebut merasa ingin menguliahi atau memarahi pasangannya dengan alasan sang pasangan tidak mendengarkan nasihatnya.

2. Terlalu sibuk melindungi diri sendiri.

Dalam hal ini, orang tersebut merasa tidak ingin merasakan rasa sakit yang dialami orang terdekatnya.

Ketika seorang sahabatnya jatuh sakit, misalnya, orang tersebut tidak ingin mendekati sang sahabat demi melindungi dirinya dari infeksi tersebut. Walau ada cara lain untuk membantu sahabatnya.

3. Ketakutan akan intimasi.

Ini adalah alasan ketigat untuk menjaga jarak secara emosional dengan orang di sekitarnya. Lebih mudah untuk merasa jauh dari orang yang disayangi daripada perasaan dekat dan intim.

Kerentanan terhadap rasa sakit dan kehilangan datang dari kedekatan dengan orang lain. Mempertaruhkan diri sendiri adalah hal untuk merasa intim dan berempati dengan lungkan terdekat seseorang.

Namun, orang dengan sedikit rasa empati, tidak mau merasakan hal itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RIP Empati! Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Dijadikan Bahan Candaan

RIP Empati! Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Dijadikan Bahan Candaan

Hits | Minggu, 10 Januari 2021 | 18:50 WIB

Korban Terorisme Masa Lalu: Era Jokowi, Kami Dapat Empati dari Negara

Korban Terorisme Masa Lalu: Era Jokowi, Kami Dapat Empati dari Negara

News | Kamis, 17 Desember 2020 | 15:06 WIB

Tumbuhkan Empati, BPJamsostek Gelar Webinar Inklusi Pekerja Disabilitas

Tumbuhkan Empati, BPJamsostek Gelar Webinar Inklusi Pekerja Disabilitas

Bisnis | Selasa, 08 Desember 2020 | 15:55 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB