Bisakah Donor Plasma Darah Konvalesen Setelah Vaksin Covid-19?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 02 Maret 2021 | 12:30 WIB
Bisakah Donor Plasma Darah Konvalesen Setelah Vaksin Covid-19?
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Plasma darah konvalesen selama ini digunakan untuk membantu perawatan pasien Covid-19. Plasma ini biasanya didonorkan oleh penyintas Covid-19 yang dipercaya telah memiliki antibodi terhadap Sars Cov2.

Lantas muncul sebuah pertanyaa, jika vaksin bisa merangsang antibodi melawan Covid-19, bisakah orang yang sudah mendapat vaksin Covid-19 mendonorkan plasma darah konvalensen?

Menjawab ini, Deputi Bidang Penelitian Translasional dan Kepala Laboratorium Hepatitis, Lembaga Eijkman Jakarta Prof. dr. David Handojo Muljono, Sp.PD, FINASIM, FAASLD, Ph.D mengatakan baik donor plasma darah konvalesen dan vaksin Covid-19 adalah dua metode yang belum standar karena belum lolos uji klinis.

"Jadi memang menarik sekali, plasma konvalesen ini adalah teknologi yang belum standar, jadi izinnya masih EUA (Emergency Use Authorization). Vaksin itu juga, vaksin yang ada masih EUA juga, dari berbagai negara, uji klinik belum selesai," ujar Prof. David dalam dalam acara Talkshow di YouTube BNPB, Senin (1/3/2021).

Ilustrasi donor darah plasma konvalesen di Jember. Stok plasma konvalesen di Jember kosong. [Dok Humas PMI Jember]
Ilustrasi donor darah plasma konvalesen di Jember. Stok plasma konvalesen di Jember kosong. [Dok Humas PMI Jember]

EUA adalah persetujuan penggunaan obat atau vaksin saat kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat, seperti pada masa pandemi Covid-19.

Namun Prof. David mengatakan keputusan dan langkah sudah diambil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat atau FDA, bahkan sudah disetujui dan disosialisasikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Yaitu syarat orang yang bisa mendonorkan plasma darah konvalesen ialah penyintas Covid-19 yang sudah benar-benar sembuh.

Pilihan kedua ialah mereka yang sudah divaksin Covid-19 tetap boleh mendonorkan plasma darah konvalesennya, tapi syaratnya ditambah ia sudah pernah positif Covid-19, dan sudah kembali dinyatakan negatif, sehingga terbebas dari segala jenis gejala Covid-19.

"Untuk pasien (Covid-19) ini bisa donasikan kembali perlu waktu tunggu, di Amerika itu waktu tunggunya 6 bulan," ungkap Prof. David.

"Namun ada yang berani usul 3 bulan, tapi harus dites dulu kadar antibodinya berapa dan sebagainya," sambungnya.

Seperti namanya plasma darah konvalesen, yang berarti penyintas. Sehingga Prof. David menyimpulkan yang bisa mendonor adalah mereka yang sudah sembuh dari Covid-19

"Syaratnya harus konvalesen itu penyintas, kemudian divaksin dan dia ada masa tunggu setelah vaksin antibodinya berapa, dan sebagainya," jelasnya.

Meski begitu, Prof. David meyakini jika keputusan ini akan terus berkembang mengikuti hasil penelitian dan evidence based yang terus diperbaharui.

Terlebih jika sudah ada penelitian lebih lanjut, efek plasma darah orang yang divaksin Covid-19 tanpa pernah sakit, diberikan kepada pasien Covid-19.

"Kalau ada penelitian, nanti akan bisa tahu bagaimana," pungkas Prof. David.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mesin Pendingin Rusak, 1.000 Dosis Vaksin Covid-19 di Jepang Terbuang

Mesin Pendingin Rusak, 1.000 Dosis Vaksin Covid-19 di Jepang Terbuang

Health | Selasa, 02 Maret 2021 | 11:50 WIB

PMI Lampung Butuh 30 Kantong Plasma Konvalesen Sebulan

PMI Lampung Butuh 30 Kantong Plasma Konvalesen Sebulan

Lampung | Selasa, 02 Maret 2021 | 11:19 WIB

Doni Monardo Ajak Para Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Doni Monardo Ajak Para Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Video | Selasa, 02 Maret 2021 | 12:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB