alexametrics

Rina Gunawan Meninggal Sesak Napas, Ini 10 Penyakit yang Perlu Dicurigai

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Rina Gunawan Meninggal Sesak Napas, Ini 10 Penyakit yang Perlu Dicurigai
Presenter Rina Gunawan saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan tanah air. Presenter Rina Gunawan meninggal dunia, pada Selasa (2/3/2021) sore hari tadi.

Suara.com - Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan tanah air. Presenter Rina Gunawan meninggal dunia, pada Selasa (2/3/2021) sore hari tadi.

Rina dinyatakan meninggal, setelah sebelumnya sempat mengalami sesak napas, sampai akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 18.45 WIB tadi.

Ada beragam sebab mengapa seseorang mengalami sesak napas seperti Rina Gunawan. Mengutip Klik Dokter, ini 10 penyebab sesak napas yang perlu dicurigai.

1. Asma

Baca Juga: Sebelum Meninggal, Rina Gunawan Janji Sembuh untuk Urus Nikah Atta-Aurel

Asma merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami serangan sesak napas. Biasanya asma terjadi apabila seseorang memiliki faktor keturunan dan ada riwayat alergi (atopi).

Serangan sesak napas pada penderita asma bervariasi, ada yang bersifat ringan hingga berat. Biasanya serangan sesak napas yang terjadi harus dipicu oleh sesuatu hal seperti paparan asap, debu, perubahan suhu, atau adanya infeksi di saluran pernapasan.

2. Alergi

Sesak yang muncul pada penderita alergi dapat mengarah juga ke kondisi syok yang mengancam jiwa. Kondisi ini biasanya disertai keringat dingin, penurunan kesadaran dan turunnya tekanan darah. Sehingga, bagi Anda yang memiliki riwayat alergi, sebaiknya berhati-hati apabila muncul keluhan sulit bernapas.

3. Infeksi saluran pernapasan

Baca Juga: Rina Gunawan Rencananya Akan Dimakamkan Besok Pagi

Kondisi infeksi saluran napas sering dialami orang yang gemar merokok, sering terpapar oleh asap atau polusi dan yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, misalnya pada orang yang sedang menjalani kemoterapi, HIV/AIDS, atau penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

Komentar