Dokter: Bahaya Sunat Laser, Berisiko Kepala Penis Terpotong dan Cedera

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 04 Maret 2021 | 08:01 WIB
Dokter: Bahaya Sunat Laser, Berisiko Kepala Penis Terpotong dan Cedera
Ilustrasi sunat. [shutterstock]

Suara.com - Sunat laser belakangan menjadi tren karena prosesnya yang dianggap lebih cepat. Dengan kecepatannya, metode sunat ini populer di kalangan masyarakat dan menjadikannya sebagai pilihan. Padahal metode sunat yang satu ini tidak bebas dari risiko dan bisa berbahaya.

Sebelumnya, bocah asal Pekalongan beberapa tahun lalu kehilangan kepala kelaminnya karena ikut terpotong saat melakukan sunat laser. Menanggapi hal tersebut, Dr Arry Rodjani, SpU (K), Dokter Spesialis Urologi RS Siloam mengatakan bahwa sunat laser tidak menggunakan energi cahaya, namun menggunakan energi panas dengan menggunakan alat elektrokauter untuk memotong jaringan, koagulasi dan diseksi.

"Pada penggunaan kauter (sunat laser), arus listrik langsung menuju jaringan penis dan bila preputium (kulup penis) dipotong dengan kauter dapat terjadi total phallic loss atau gangguan saraf yang parah," ujar dokter Arry pada Webinar bertajuk Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Sunat Laser kepada Masyarakat, Rabu (3/3/2021).

"Untuk mencegah terjadinya cedera akibat teknik sunat yang salah, World Health Organization: Task Force of Circumcision merekomendasikan sunat harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan kompeten dengan menggunakan teknik yang steril dengan memperhatikan penanganan nyeri yang baik. Beberapa studi sudah tidak menganjurkan sunat laser untuk dilakukan," imbuhnya.

Ilustrasi anak kecil (pexels/@katlovessteve)
Ilustrasi anak kecil (pexels/@katlovessteve)

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia, Prof Andi Asadul Islam mengatakan remaja yang melakukan sunat teknik laser sebesar 10,2 juta (12 persen). Prof Andi menegaskan meskipun sunat laser akan meminimalisir pendarahan, namun teknik ini meningkatkan risiko terpotongnya kepala penis.

"Tetapi ini (sunat laser) juga memiliki risiko, risiko kepala penis terpotong lebih tinggi, cedera pada kelenjar penis atau uretra dan luka bakar," kata Prof. Andi Asadul Islam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Anak Perlu Punya Asuransi Kesehatan Sejak Dalam Kandungan

Alasan Anak Perlu Punya Asuransi Kesehatan Sejak Dalam Kandungan

Lifestyle | Selasa, 02 Maret 2021 | 22:57 WIB

Deretan Public Figur Ini Baru Disunat Saat Dewasa, Pakai Metode Apa?

Deretan Public Figur Ini Baru Disunat Saat Dewasa, Pakai Metode Apa?

Health | Selasa, 23 Februari 2021 | 17:30 WIB

Studi: Lingkungan Perumahan yang Buruk Picu Masalah Kesahatan pada Anak

Studi: Lingkungan Perumahan yang Buruk Picu Masalah Kesahatan pada Anak

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 12:45 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB