Alasan Anak Perlu Punya Asuransi Kesehatan Sejak Dalam Kandungan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 02 Maret 2021 | 22:57 WIB
Alasan Anak Perlu Punya Asuransi Kesehatan Sejak Dalam Kandungan
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Saat hamil, pasangan suami istri biasanya sudah mulai melakukan perencanaan pendidikan untuk calon anak mereka. Tapi tak hanya pendidikan, lho. Calon anak yang masih berada di dalam kandungan juga perlu direncanakan mengenai asuransi kesehatannya.

Hal ini sebagaimana yang disarankan Co-Founder MiPOWER by Sequis and Financial Planner Edwin Limanta, karena dengan adanya asuransi kesehatan saat masa kehamilan dan melahirkan, akan sangat membantu meringankan pengeluaran Anda.

“Saat harus melakukan pengobatan, asuransi akan sangat membantu meringankan pengeluaran keluarga, sebab biaya pengobatan akan ditanggung oleh asuransi sesuai perjanjian polis, dengan demikian finansial keluarga dapat tetap terjaga,” ujar Edwin berdasarkan siaran pers, Selasa (2/3/2021).

Asuransi juga bisa diprogram apabila setelah kelahiran, terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kondisi anak stunting, yaitu kondisi anak tumbuh pendek dan gizi kurang tidak seperti anak pada umumnya.

Jika anak mengalami stunting, ia akan mudah sakit dan kemampuan berpikirnya (kognitif) terganggu. Atau jika anak tersebut alami berat badan berlebih, akan berisiko mengalami penyakit kronis seperti diabetes, jantung, stroke, dan kanker saat dewasa.

Adapun jenis asuransi yang bisa dipertimbangkan ialah Sequis Q Health Platinum Plus Rider, asuransi kesehatan yang bisa diklaim sejak anak berusia 1 bulan, yang nilainya mencapai Rp 1,5 miliar per tahun.

Stunting umumnya terjadi di 1.000 pertama kehidupan hingga anak berusia 2 tahun. Namun stunting bisa dicegah sejak kehamilan dengan melakukan deteksi stunting melalui pemeriksaan USG secara rutin.

Sekedar informasi, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia 2019, prevalensi stunting Indonesia masih berada di angka 27,67 persen. Padahal arahan Presiden Joko Widodo mentargetkan stunting turun menjadi 14 persen pada 2024 mendatang.

Mirisnya, kasus stunting lebih banyak terjadi pada masyarakat kurang mampu. Tapi stunting juga bisa terjadi pada siapa saja, apalagi jika ibu hamil dan keluarganya tidak memiliki pengetahuan pengasuhan anak sejak dalam kandungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cari Asuransi Kesehatan dengan Premi Sesuai Kebutuhanmu? Intip 6 Tips Ini

Cari Asuransi Kesehatan dengan Premi Sesuai Kebutuhanmu? Intip 6 Tips Ini

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

6 Tips Memilih Asuransi Kesehatan, yang Pertama Harus Sesuai Kebutuhan

6 Tips Memilih Asuransi Kesehatan, yang Pertama Harus Sesuai Kebutuhan

Lifestyle | Rabu, 09 Desember 2020 | 11:38 WIB

Canggih, Cegah Penipuan Asuransi Kesehatan Bisa Pakai Teknologi Kecerdasan

Canggih, Cegah Penipuan Asuransi Kesehatan Bisa Pakai Teknologi Kecerdasan

Lifestyle | Minggu, 06 Desember 2020 | 14:33 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×