Kejar Herd Immunity, Begini Strategi Vaksinasi Covid-19 Indonesia

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 05 Maret 2021 | 19:05 WIB
Kejar Herd Immunity, Begini Strategi Vaksinasi Covid-19 Indonesia
Petugas kesehatan memeriksa kondisi fisik pedagang sebelum mendapatkan vaksin COVID-19 Sinovac di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung hingga saat ini. Pemerintah terus berkejaran untuk bisa menciptakan herd immunity, sehingga penyebaran Covid-19 lebih mudah dikendalina. 

Hingga saat ini, jumlah penduduk yang telah divaksin sudah mencapai sekitar 2.286.123 orang. Angka tersebut termasuk tenaga kesehatan yang sudah divaksinasi sebanyak 1.646.685.

Menurut Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi, jumlah vaksin yang sudah beredar di Indonesia sekitar 12 juta. Penyebaran vaksin diperbanyak di kota-kota besar untuk mencapai angka target vaksinasi.

Maka jumlah vaksinator dari tenaga kesehatan juga tak kalah diperlukan dalam program vaksinasi covid-19.

Satu pekerja sektor informal Malioboro menjalani vaksinasi Covid-19 massal di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Rabu (3/3/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Satu pekerja sektor informal Malioboro menjalani vaksinasi Covid-19 massal di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Rabu (3/3/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

“Memperbanyak di kota besar karena kota-kita besar itu jumlah sasaran terbesar, karena kita tahu untuk bisa mengejar pada 181,5 juta dalam kurun waktu 6 bulan, membutuhkan penyuntikan vaksinasi 1 sampai 1,5 juta dosis per hari,” ucap dr. Nadia pada Instagram Live Katadata Forum Virtual Series ‘Percepat Vaksinasi Menuju Herd Immunity pada Jumat (5/3).

Ia menambahkan, setelah tenaga kesehatan mendapat vaksin lalu terus menerus melakukan pelatihan. Ketika vaksinator semakin banyak, maka outlet tempat vaksinasi dapat terus bertambah. Pada akhir Februari 2021 sudah ada 41.000 vaksinator sampai pada awal Maret ditargetkan terdapat 80.000 vaksinator.

Munculnya Covid-19 bermutasi baru, B.1.1.7, menimbulkan opini bahwa vaksin Covid-19 tidak efektif melawan. Hal itu ditepis dr. Nadia, bahwa vaksin yang telah disebarkan ke masyarakat tetap bisa melawan virus pandemi dan membuat tubuh kebal terhadap virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini.

“(B.1.1,7) lebih cepat menular tapi tidak menambah keparahan. Kalau kita bicara vaksin, WHO mengatakan semua vaksin mau sinovac, pfizer, dan lainnya masih efektif digunakan untuk melawan Covid,” tandasnya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi Covid-19, dr. Nadia menegaskan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu melalui website Kementerian Kesehatan (www.kemenkes.go.id), Puskesmas, telemedicine, atau Rumah Sakit rujukan.

baca juga

Bagi yang lanjut usia bisa mendaftar lewat organisasi maupun instansi yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Nadia menjelaskan bahwa tidak ada yang tidak boleh divaksin, tetapi ditunda vaksin. Biasanya itu terjadi pada mereka yang dalam keadaan yang kurang sehat seperti demam, flu, atau batuk. Kolesterol tinggi, asam urat, asma, itu datang saja ke vaksin karena tidak ada penundaan.

Sedangkan untuk yang memiliki penyakit kronis seperti jantung, liver, batu ginjal, penyandang atau penyintas kanker dapat dikonsultasikan dahulu dengan dokter.

“Tugas vaksin itu menstimulus sistem kekebalan tubuh kita, jadi respons tubuh kita harus optimal. Kalau sakit tubuh kita tidak dalam kondisi optimal, karena dia peran dua, satu melawan penyakit, satu lagi merangsang untuk melawan virus,” katanya.

Setelah divaksinasi setiap orang akan merasakan efek yang berbeda. Namun sedikit sekali yang mendapatkan efek samping yang sampai memerlukan perawatan khusus. Maka dr. Nadia menyarankan, bagi yang akan melakukan vaksin harus menyiapkan tubuh dalam keadaan bugar. Tidur yang cukup dan tidak lupa makan sebelum vaksinasi.

“Efek samping kasusnya sangat sedikit, paling banyak itu lapar, kalau mengantuk itu sudah masuk uji klinis,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Polisi Sita Ratusan Vaksin Covid-19 Palsu di Afrika Selatan

Waduh! Polisi Sita Ratusan Vaksin Covid-19 Palsu di Afrika Selatan

Health | Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB

Kunjungan Keraton Jogja Dibuka Terbatas, Abdi Dalem Perlu Vaksin Covid-19

Kunjungan Keraton Jogja Dibuka Terbatas, Abdi Dalem Perlu Vaksin Covid-19

Jogja | Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:48 WIB

Kritik Vaksinasi Keluarga DPRD DKI, Epidemiolog: Saya Gak Minta Buat Istri

Kritik Vaksinasi Keluarga DPRD DKI, Epidemiolog: Saya Gak Minta Buat Istri

News | Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:39 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×