Bisa Konsul ke Psikolog Klinis 24 Jam di Jakarta, Berlaku di Rumah Sakit Mana Saja?

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 25 Juni 2025 | 20:57 WIB
Bisa Konsul ke Psikolog Klinis 24 Jam di Jakarta, Berlaku di Rumah Sakit Mana Saja?
Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah DKI Jakarta, dr. Yanuar Jak, Sp.OG, MARS, PhD saat konferensi pers Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah DKI Jakarta ke-5 & IRSJAM Expo 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Pentingnya kesehatan mental kini jadi perhatian Pemerintah DKI Jakarta. Inilah sebabnya Dinas Kesehatan DKI Jakarta berharap layanan kesehatan jiwa bisa terkoneksi untuk seluruh rumah sakit Ibu Kota.

Harapan ini disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati, saat menjelaskan keberadaan layanan konsultasi jiwa selama 24 jam yaitu JakCare, dalam acara Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah DKI Jakarta ke-5 & IRSJAM Expo 2025.

Ani mengatakan layanan konsultasi kesehatan mental yang langsung dilayani psikolog klinis ini, sudah terkoneksi dengan fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta. Bahkan nantinya layanan ini juga bisa menjangkau perempuan dan anak yang alami kekerasan.

"Kami juga berharap ini bisa terkoneksi dengan seluruh layanan kesehatan jiwa dari seluruh rumah sakit yang ada di wilayah DKI Jakarta. Termasuk layanan untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga ini akan memberikan akses yang semakin besar terkait layanan kesehatan jiwa untuk masyarakat," ungkap Ani di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2025).

Ia juga menambahkan isu kesehatan mental atau mental health ini sangat penting, terlebih DKI Jakarta punya target masuk dalam 20 besar Global City Index dalam 20 tahun ke depan. Namun Ani sadar betul, tujuan ini tidak bisa tercapai tanpa adanya kerja sama strategis, termasuk dari seluruh rumah sakit di Jakarta.

Bahkan bukan tidak mungkin nantinya, bila kerja sama seluruh rumah sakit di Jakarta dengan pemerintah akan secepatnya mengembangkan wisata medis. Sehingga orang tidak hanya datang ke suatu kota untuk berobat, tapi sekaligus juga berwisata.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati saat konferensi pers Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah DKI Jakarta ke-5 & IRSJAM Expo 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati saat konferensi pers Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah DKI Jakarta ke-5 & IRSJAM Expo 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)

"Secara serius didorong dan dikembangkan oleh Pemprov DKI adalah wisata medis. Wisata medis ini kami lihat sebagai salah satu upaya untuk menjadikan Jakarta tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga dikembangkan menjadi tujuan wisata kesehatan dan pengobatan bagi warga negara asing maupun domestik," sambung Ani.

Ani juga menyoroti Jakarta punya potensi yang besar, karena jumlah tempat tidur RS di Jakarta memiliki rasio 2,6 per 1.000 penduduk, melampaui standar WHO yakni 1 per 1.000 penduduk. Ditambah dari segi sistem layanan menunjukkan 98 persen warga DKI sudah memiliki asuransi JKN BPJS.

Dari potensi DKI yang besar itulah Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah DKI Jakarta, dr. Yanuar Jak, Sp.OG, MARS, PhD mengatakan sangat penting mensosialisasikan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi.

baca juga

Ini sebabnya seminar dan workshop yang dihadiri lebih dari 350 peserta dari kalangan pimpinan dan manajemen rumah sakit (RS) anggota, asosiasi, Kepala Dinas Kesehatan dan Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta digelar dengan tema 'Mewujudkan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi dengan Membangun Pelayanan Prioritas yang Bermutu'.

Apalagi kata dr. Yanuar, pada 1 Juli 2025 mendatang UU Nomor 17 Tahun 2023 bakal diberlakukan. Sehingga rumah sakit harus sangat memahami isu-isu terkini, regulasi, dan standar terbaru terkait RS.

"Tema yang diangkat merupakan update berbagai regulasi, termasuk ketentuan tentang Rumah Sakit Berbasis Kompetensi yang merupakan amanat UU Nomor 17 Tahun 2023 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2025. Seminar ini merupakan bentuk dukungan kami untuk menguatkan manajemen RS untuk lebih bersiap," jelas dr. Yanuar.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Sunarto menjelaskan nantinya akan ada klasifikasi RS berdasarkan 24 kelompok kemampuan layanan.

“RS bisa memilih layanan unggulan itu, bisa beberapa atau semua, dengan tingkatan mulai pratama, madya, hingga paripurna. Saat ini kami sedang melakukan pemetaan dan tentunya ini juga akan berdampak pada sistem tarif BPJS Kesehatan,“ kata Sunarto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekam Medis Elektronik: Masa Depan Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik

Rekam Medis Elektronik: Masa Depan Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik

Health | Sabtu, 21 Juni 2025 | 17:59 WIB

Transformasi Rumah Sakit: Bagaimana Digitalisasi Selamatkan Pasien dan Tingkatkan Efisiensi?

Transformasi Rumah Sakit: Bagaimana Digitalisasi Selamatkan Pasien dan Tingkatkan Efisiensi?

Health | Jum'at, 20 Juni 2025 | 01:17 WIB

Modernisasi Rumah Sakit: Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Modernisasi Rumah Sakit: Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Health | Senin, 16 Juni 2025 | 22:38 WIB

Terkini

India Remehkan Indonesia, Turunkan Skuat Pelapis di FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Alasan Ini

India Remehkan Indonesia, Turunkan Skuat Pelapis di FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Alasan Ini

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK

Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49 WIB

5 Serum untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Lengkap dengan Kandungan dan Review

5 Serum untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Lengkap dengan Kandungan dan Review

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo

Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:45 WIB

The Last House Seharusnya Menjadi Film Tentang Keluarga Bukan Monster

The Last House Seharusnya Menjadi Film Tentang Keluarga Bukan Monster

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit

Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Puluhan Senjata dan Amunisi Ditemukan Lagi di Sekolah Islam Harapan Ibu

Puluhan Senjata dan Amunisi Ditemukan Lagi di Sekolah Islam Harapan Ibu

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:19 WIB

Wealth Management BNI Kian Solid, AUM BNI Private Tumbuh 21%

Wealth Management BNI Kian Solid, AUM BNI Private Tumbuh 21%

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Kembali Lancar, ICP Indonesia Turun ke 81,68 Dolar AS per Barel

Selat Hormuz Kembali Lancar, ICP Indonesia Turun ke 81,68 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:17 WIB

IHSG Bergerkan Melemah di Level 6.300 Pagi Ini, Saham GIAA Melesat

IHSG Bergerkan Melemah di Level 6.300 Pagi Ini, Saham GIAA Melesat

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:16 WIB

×