Patah Hati Jadi Korban Ghosting? Paracetamol Mungkin Bantu Redakan Sakitnya

Yasinta Rahmawati

Minggu, 07 Maret 2021 | 16:31 WIB
Patah Hati Jadi Korban Ghosting? Paracetamol Mungkin Bantu Redakan Sakitnya
Ilustrasi patah hati. (Shutterstock)

Suara.com - Paracetamol merupakan salah satu obat penghilang rasa sakit paling populer di dunia. Namun tak cuma rasa sakit fisik, sebuah studi baru menemukan bahwa dosis sederhana paracetamol dapat membantu meringankan rasa sakit emosional akibat patah hati.

Dalam uji coba tiga minggu, para ilmuwan dari Universitas California mengikuti 42 peserta. Mereka menemukan orang yang memakai 1.000mg obat penghilang rasa sakit merek Tylenol menunjukkan penurunan yang signifikan dalam perasaan sakit hati dibandingkan dengan mereka yang memakai plasebo.

Dikutip dari The Guardian, hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang "sangat pemaaf" melihat penurunan 18,5% dalam "rasa sakit sosial" selama tiga minggu jika mereka menggunakan obat penghilang rasa sakit tersebut.

Namun demikian, ada beberapa kekurangan dalam penelitian. Pertama, tidak semua orang bisa sangat pemaaf. Kedua, ukuran sampel yang kecil dan ketiga, ada kemungkinan bahwa para peserta melaporkan kembali berbagai jenis penderitaan sosial, bukan hanya patah hati.

Ilustrasi paracetamol obat pereda nyeri dan demam. (Dok. Envato Elements)
Ilustrasi paracetamol obat pereda nyeri dan demam. (Dok. Envato Elements)

Tapi itu menambah bukti yang menunjukkan bahwa paracetamol atau acetaminophen bisa mengurangi rasa sakit emosional, mengingat sirkuit otak yang serupa terlibat saat kita merasakan sakit fisik.

"Ini mengikuti dengan cara yang logis bahwa sistem rasa sakit fisik dan sosial tumpang tindih," kata Dr Naomi Eisenberger, asisten profesor psikologi sosial di Universitas California, dikutip dari Marie Claire.

Meski begitu, Dr Eisenberger memperingatkan orang-orang agar tidak menggunakan obat penghilang rasa sakit tiap kali mengalami pengalaman traumatis seperti patah hati.

"Rasa sakit emosional adalah respons yang sehat, yang mengajarkan kita untuk tidak mengulangi perilaku yang menyebabkan rasa sakit, dan menumpulkan rasa sakit ini dapat mengganggu pemulihan," jelasnya.

Jadi apa yang harus dilakukan ketika patah hati? Silvia Dutchevici, seorang terapis dari New York merekomendasikan untuk mencurahkan isi hati dengan berbicara pada orang lain, baik itu orang terdekat atau tenaga profesional seperti psikolog. Ini adalah pilihan yang baik ketika mencoba mengatasi rasa sakit emosional.

"Rasa sakit mengingatkan kita tentang hal-hal yang perlu kita atasi. Itu mendorong kita untuk mengubah diri kita sendiri dan dunia," katanya, dikutip dari The Guardian.

Bagi Dutchevici, rasa sakit manusia adalah bagian dari proses penyembuhan. Jadi alih-alih meraih pil paracetamol saat patah hati, baik karena putus cinta atau menjadi korban ghosting, kita harus ingat bahwa rasa sakit terkadang diperlukan untuk memicu perubahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warganet Sebut Kaesang Ghosting pada Felicia, Ini Makna Ghosting

Warganet Sebut Kaesang Ghosting pada Felicia, Ini Makna Ghosting

Lampung | Minggu, 07 Maret 2021 | 15:20 WIB

Netizen Kecewa ke Kaesang Lakukan Ghosting, Tinggalkan Pacar Diam-diam

Netizen Kecewa ke Kaesang Lakukan Ghosting, Tinggalkan Pacar Diam-diam

Bali | Minggu, 07 Maret 2021 | 14:23 WIB

Apa itu Ghosting? Ramai Dikaitkan dengan Kisruh Asmara Kaesang dan Felicia

Apa itu Ghosting? Ramai Dikaitkan dengan Kisruh Asmara Kaesang dan Felicia

Lifestyle | Minggu, 07 Maret 2021 | 13:09 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB