Hari Perempuan Sedunia, Ini Kisah Cewek ini Dilahirkan Tanpa Rahim

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Senin, 08 Maret 2021 | 13:29 WIB
Hari Perempuan Sedunia, Ini Kisah Cewek ini Dilahirkan Tanpa Rahim
Hari Perempuan Sedunia, Ini Kisah Wani Ardy yang Dilahirkan Tanpa Rahim. (Dok: Wani.ardy)

Suara.com - Nama Wani Ardy menjadi salah satu yang banyak dibicarakan di tengah perayaan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh setiap 8 Maret setiap tahunnya. 

Perempuan yang juga seorang penulis dan influencer ini mengatakan jika di hari ini, ia berharap bisa membantu lebih banyak lagi perempuan, yang tidak memiliki rahim seperti dirinya, untuk membentuk kembali naluri keibuan.

Dilansir Hindustan Times, perempuan asal Malaysia ini berkisah, dirinya tahu mengenai kondisi ini saat di 17 tahun ia mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Wani tidak mengalami menstruasi sama seperti remaja perempuan lainnya. 

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, semua mengatakan hal yang sama padanya, bahwa Wani tidak memiliki rahim. Bertahun-tahun kemudian, Wani ingat bagaimana diagnosis tersebut membingungkan para dokter dan membuatnya tidak dapat berhubungan dengan teman-temannya.

Hari Perempuan Sedunia, Ini Kisah Wani Ardy yang Dilahirkan Tanpa Rahim. (Dok: Wani.ardy)
Hari Perempuan Sedunia, Ini Kisah Wani Ardy yang Dilahirkan Tanpa Rahim. (Dok: Wani.ardy)

"Saat remaja, saya merasa sangat terisolasi karena pada saat itu, saya tahu saya berbeda," katanya.

Pada usia 20an, ia akhirnya mengetahui bahwa kondisi langka itu memiliki nama - sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) - ketika organ seks internal seperti rahim atau vagina tidak ada atau kurang berkembang saat lahir.  MRKH mempengaruhi sekitar satu dari 5.000 perempuan di dunia dan penyebabnya tidak diketahui.

Wani yang seorang Muslim, mengatakan hambatan budaya dan pantangan seputar kesehatan seksual di negaranya sering membuat perempuan dengan MRKH merasa malu atau tidak mau mencari dukungan atau pengobatan.

Selama bertahun-tahun, dia merahasiakan kondisinya bahkan ketika dia memulai karir sebagai penyanyi, penyair, penulis, dan penulis naskah.

Namun setelah bergabung dengan grup dukungan online berbasis di AS untuk perempuan MRKH, Wani merasa terdorong untuk menjangkau orang lain yang lebih dekat dengan lingkungannya.

baca juga

"Saya pikir jika saya dapat merasakan hal ini dengan seseorang yang pada dasarnya berada di seluruh dunia, bayangkan bagaimana perasaan saya jika saya dapat menemukan orang MRKH di negara saya sendiri, yang akan lebih dapat dihubungkan dalam hal pendidikan, latar belakang dan budaya," kata dia.

Pada tahun 2014, ia pun mengumumkan kondisinya dan segera setelah itu, Wani mendirikan kelompok dukungan untul MRKH di Malaysia, yang telah berkembang menjadi lebih dari 200 anggota, termasuk dari negara tetangga Indonesia dan Singapura.

Dia juga berakting dan menjadi konsultan dalam "Rahimah Tanpa Rahim", sebuah serial televisi yang tokoh utamanya memiliki MRKH, yang ditayangkan pada bulan Januari.

Para dokter memuji advokasi Wani dengan meningkatkan kesadaran tentang MRKH dan masalah kesehatan seksual lainnya.  

"Karena dia, lebih banyak gadis yang berani datang dan berbicara dan didiagnosis," kata dokter kandungan Dr Harizah Hatim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.000 ASN Sleman Divaksin, Dinkes Sleman Atur Strategi Cegah Kerumunan

1.000 ASN Sleman Divaksin, Dinkes Sleman Atur Strategi Cegah Kerumunan

Jogja | Senin, 08 Maret 2021 | 13:18 WIB

Lengkap! Tanggapan Kaesang Usai Putus Dengan Felicia Tissue

Lengkap! Tanggapan Kaesang Usai Putus Dengan Felicia Tissue

Bogor | Senin, 08 Maret 2021 | 13:18 WIB

Cantiknya Lis Carolina, WAGs Baru PSS Sleman Istri Nico Velez

Cantiknya Lis Carolina, WAGs Baru PSS Sleman Istri Nico Velez

Bola | Senin, 08 Maret 2021 | 13:33 WIB

Terkini

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

×