alexametrics

Vaksin AstraZeneca Tiba, Menlu: Pengiriman Pertama Vaksin Kerjasama Dunia

Risna Halidi | Lilis Varwati
Vaksin AstraZeneca Tiba, Menlu: Pengiriman Pertama Vaksin Kerjasama Dunia
Indonesia kedatangan vaksin AstraZeneca jalur COVAX perdana, Senin (08/03/2021).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan vaksin tersebut menjadi pengiriman pertama dari COVAX atau program vaksin Covid-19 bantuan melalui kerjasama dunia.

Suara.com - Pengiriman vaksin Covid-19 di Indonesia telah sampai pada tahap keenam. Hari ini, telah sampai 1.113.600 dosis jadi vaksin buatan AstraZeneca asal Inggris yang dikirim langsung dari Amsterdam, Belanda.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan vaksin tersebut menjadi pengiriman pertama dari COVAX atau program vaksin Covid-19 bantuan melalui kerjasama dunia yang diiniasi oleh UNICEF.

"Hari ini Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton. Jumlah seluruh dosis vaksin jadi itu adalah bagian awal dari batch pertama pemberian vaksin melalui jalur multilateral," kata Retno dalam konferensi pers secara virtual, Senin (8/3/2021).

Retno menjelaskan bahwa dalam pengiriman batch pertama Indonesia mendapatkan jatah vaksin AstraZeneca sebanyak 11.704.800 dosis yang akan dikirom secaa bertahap hingga Mei 2021. Selanjutnya pengiriman akan dilanjutkan 

Baca Juga: Kemenkes: Vaksin Covid-19 Saat Ini Masih Sangat Efektif Untuk Varian B117

"Insyaallah menurut rencana akan diikuti batch selanjutnya," imbuh Retno.

Ia memastikan bahwa pemerintah akan tetap melakukan diplomasi vaksin Covid-19, salah satunya melalui COVAX, untuk mengamankan kebutuhan dosis.

COVAX sendiri merupakan program vaksin kerjasama dari internasional beberapa negara donor, GAVI, WHO, UNICEF, dan CEPI.

"Diplomasi vaksin akan terus diperkuat. Diplomasi juga kan terus diperkokoh untuk membantu upaya pemerintah membangun resiliensi kesehatan dan pemulihan ekonomi," pungkas Rini.

Baca Juga: Komunikasi Tak Jelas, UGM Pilih Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara

Komentar