Laporan Baru: Begini Cara Ilmuwan Identifikasi Virus Corona Afrika Selatan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 10 Maret 2021 | 17:24 WIB
Laporan Baru: Begini Cara Ilmuwan Identifikasi Virus Corona Afrika Selatan
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Salah satu varian baru virus corona yang menyebar secara cepat adalah varian Afrika Selatan (SA). Varian ini diidentifikasi oleh tim peneliti internaional, termasuk ilmuwan biomedis dari University of California, Riverside.

Profesor ilmu biomedis di UC Riverside School of Medicine Adam Godzik dan peneliti pascadoktoral Arghavan Alisoltani-Dehkordi mengkarakterisasi varian Afrika Selatan dengan menganalisis protein lonjakan virus menggunakan simulasi komputer.

Dari sampel SARS-CoV-2 yang dikumpulkan antara 15 Oktober hingga 25 November 2020 di tiga provinsi Afrika Selatan, peneliti menemukan adanya silsilah baru.

"Setiap varian SARS-CoV-2 memiliki mutasi spesifik yang menentukannya. Profesor Godzik dan saya menggunakan pemodelan komputer untuk melihat kemungkinan konsekuensi struktural dan fungsional dari mutasi protein lonjakan dalam garis keturunan SA," tutur Alisoltani-Dehkordi, dilansir Medical Xpress.

Ia menambahkan, analisis mereka menunjukkan bahwa beberapa mutasi berpotensi menyebabkan penularan virus yang lebih tinggi dan respons imun yang lebih lemah.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Penelitian awal pada varian Afrika Selatan menunjukkan virus ini mungkin resisten terhadap antibodi, yang dapat mengurangi kemanjuran vaksin.

"Penelitian selanjutnya menegaskan bahwa ia kebal terhadap vaksin dan mudah menyebar. Afrika Selatan melakukan pekerjaan yang bagus," sambungnya.

Semua varian SARS-CoV-2 baru yang muncul di Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan California menunjukkan tanda mutasi umum.

Tetapi masing-masing varian ini juga memiliki serangkaian mutasi yang unik. Misalnya, varian SA dan Brasil memiliki dua mutasi unik pada protein lonjakan K417N dan E484K.

baca juga

Selain bukti lebih mudah menular, peneliti mengatakan varian Afrika Selatan juga mengalami perkembangan dalam tingkat keparahannya.

"Sulit dikatakan hanya ada satu varian SA. Salah satu cara untuk memahami hal ini adalah dengan mambayangkan varian ini seperti cabang sebuah pohon, yang memiliki cabang kecil-kecil. Beberapa dari cabang kecil mungkin tumbuh lebih cepat daripada yang lain. Proses dinamis ini sulit diprediksi," lanjutnya.

Godzik memprediksi Covid-19 akan selalu ada dalam hidup kita, seperti flu. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature pada Selasa (9/3/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Polisi Sita Ratusan Vaksin Covid-19 Palsu di Afrika Selatan

Waduh! Polisi Sita Ratusan Vaksin Covid-19 Palsu di Afrika Selatan

Health | Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Pemalsu Vaksin di China dan Afrika Selatan

Polisi Bongkar Jaringan Pemalsu Vaksin di China dan Afrika Selatan

News | Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:55 WIB

Jadi Ancaman Vaksinasi, Filipina Catat 6 Kasus Virus Corona Afrika Selatan

Jadi Ancaman Vaksinasi, Filipina Catat 6 Kasus Virus Corona Afrika Selatan

Health | Selasa, 02 Maret 2021 | 13:50 WIB

Terkini

Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen

Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:56 WIB

Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027

Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:46 WIB

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:18 WIB

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Sumsel | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×