Kesehatan Mental Seseorang Berakar dari Bayi, Peran Pengasuh Sangat Penting

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 11 Maret 2021 | 09:00 WIB
Kesehatan Mental Seseorang Berakar dari Bayi, Peran Pengasuh Sangat Penting
Ilustrasi bayi (Pexels)

Suara.com - Kesehatan mental sangat penting bagi segala usia, terutama bayi, dan anak-anak. Sayangnya, banyak masalah kesehatan mental yang berakar sejak bayi dan anak usia dini.

Karenanya, intervensi dini sangat penting untuk mencegah gangguan kesehatan mental di masa depan.

Berdasarkan Mayo Clinic, kesehatan mental bayi mengacu pada kesejahteraan bayi hingga usia tiga tahun. Ini termasuk pertumbuhan dan perkembangan emosional serta sosial anak.

Berikut beberapa tanda adanya masalah pada kesehatan mental bayi:

  • Pola tidur yang buruk
  • Kesulitan makan
  • Menangis terus-menerus atau tidak berhenti
  • Kegelisahan
  • Gangguan lambung
  • Kecemasan dan ketegangan
  • Kesedihan dan ketakutan
  • Kurangnya kenaikan berat badan atau gagal tumbuh
  • Kegagalan memenuhi tonggak perkembangan yang semestinya
Ilustrasi bayi minum air mineral. (Pexels)
Ilustrasi bayi (Pexels)

Bayi awalnya memiliki empat keadaan biologis yang dapat diidentifikasi yaitu kondisi baru saja tidur, tidur lelap, siaga aktif, dan siaga tenang (Brazelton). Ini semua bergantung pada pengasuh mereka dalam membuatnya tetap nyaman.

Mereka diprogram secara biologis untuk mencari kedekatan dengan pengasuhnya. Bayi menggunakan isyarat, seperti menangis, cegukan, pandangan tidak suka dan bahkan perubahan warna kulit, untuk menarik perhatian pengasuh saat mereka dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan.

Respons pertama yang sensitif dan penuh perhatian terhadap isyarat bayi dapat membuat mereka percaya bahwa kebutuhannya akan terpenuhi dan mereka aman.

Ketika bayi merasakannya, mereka telah diberi 'pondasi' pertama dalam kesehatan mental, yakni kepercayaan dan keamanan. Dua hal itu merupakan tahap awal dalam pertumbuhan emosional sosial yang sehat.

Kemampuan masa depan bayi untuk memerhatikan, beradaptasi, belajar, berteman, mengelola amarah, kecemasan, dan emosi lainnya bergantung pada perkembangan emosional sosialnya.

baca juga

Perkembangan emosional sosial yang sehat juga akan menimbulkan keterikatan yang mengarah pada kemampuan untuk percaya kepada orang lain dan diri sendiri.

Apabila saat masa bayi dan kanak-kanak sudah kesulitan dalam perkembangan emosional sosialnya, penyakit mental dapat terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Kesehatan Mental, Berikut Panduan Makanan Sehat Sesuai Usia

Jaga Kesehatan Mental, Berikut Panduan Makanan Sehat Sesuai Usia

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 18:17 WIB

Tak Hanya Baik Bagi Tubuh, Diet Sehat Juga Bagus untuk Kesehatan Mental

Tak Hanya Baik Bagi Tubuh, Diet Sehat Juga Bagus untuk Kesehatan Mental

Lifestyle | Selasa, 09 Maret 2021 | 15:52 WIB

Studi: Stabilitas Karir Berisiko Pengaruhi Kesehatan Mental Pekerja Muda

Studi: Stabilitas Karir Berisiko Pengaruhi Kesehatan Mental Pekerja Muda

Health | Minggu, 07 Maret 2021 | 11:59 WIB

Terkini

Aktivis Ini Temukan 'Lubang Neraka', Penyebab Kebakaran Hutan Kalimantan Sulit Padam

Aktivis Ini Temukan 'Lubang Neraka', Penyebab Kebakaran Hutan Kalimantan Sulit Padam

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Akmal Marhali Sebut FIFA ASEAN Cup 2026 Sudah Disetting Indonesia Juara, Ini Alasannya

Akmal Marhali Sebut FIFA ASEAN Cup 2026 Sudah Disetting Indonesia Juara, Ini Alasannya

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:10 WIB

20 Ide Kado Pernikahan Paling Bermanfaat, Dijamin Nggak Bakal Numpuk Jadi Pajangan!

20 Ide Kado Pernikahan Paling Bermanfaat, Dijamin Nggak Bakal Numpuk Jadi Pajangan!

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Catatan Kritis untuk Program MBG yang Sudah Berjalan 646 Hari Lebih

Catatan Kritis untuk Program MBG yang Sudah Berjalan 646 Hari Lebih

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Jarak Pandang Hanya 100 Meter, Penerbangan dari Pekanbaru Kembali Tertunda

Jarak Pandang Hanya 100 Meter, Penerbangan dari Pekanbaru Kembali Tertunda

Riau | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain

Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:00 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Body Butter Viva yang Paling Wangi Mana? Intip 3 Varian Aromanya

Body Butter Viva yang Paling Wangi Mana? Intip 3 Varian Aromanya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Pemerintah Siapkan Perpres Baru soal Penyelesaian Utang Whoosh

Pemerintah Siapkan Perpres Baru soal Penyelesaian Utang Whoosh

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:56 WIB

×