BPOM AS Ungkap Dua Efek Samping Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 11 Maret 2021 | 13:21 WIB
BPOM AS Ungkap Dua Efek Samping Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Pada Februari 2021, Badan Pengawan Obat dan Makanan Amerika Serikat FDA mengeluarkan persetujuan darurat untuk vaksin COVID-19 satu dosis yang dikembangkan oleh anak perusahaan Johnson & Johnson, yaitu Janssen Biotech.

Seperti halnya dua vaksin mRNA yang disetujui pada Desember 2020 lalu, vaksin J&J diklaim memiliki efek samping ringan yang dapat ditangani, yaitu dengan istirahat atau dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Melansir dari Healthline, tercatat ada lebih sedikit kasus reaksi alergi penggunaan vaksin J&J, dibanding dengan vaksin Moderna-NIAID dan Pfizer-BioNTech.

Meski vaksin J&J melaporkan pada bulan Februari, dua peserta uji klinis mengalami reaksi alergi yang parah setelah divaksinasi.

Sebelum FDA mengeluarkan Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA) untuk vaksin J&J, para ilmuwan telah meninjau uji klinis fase 3. 

Dr. Bruce Y. Lee, Public Health Computational and Operations Research, mengatakan efek samping dari vaksin J&J tersebut terbagi dalam dua kategori utama.

"Pertama dari reaksi di tempat suntikan. Biasanya nyeri, kemerahan pada kulit, atau bengkak di tempat suntikan. Dan yang kedua, ada efek samping sistemik gejala, seperti flu kelelahan, nyeri otot, mual, dan kemungkinan bisa demam," ungkapnya.

Data dari uji klinis menunjukkan, sekitar setengah dari orang yang menerima vaksin mengalami reaksi. Tapi, nyeri di tempat suntikan merupakan yang paling sering dilaporkan yang terjadi.

Selain itu, efek setelah vaksinasi J&J termasuk nyeri dan kemerahan yang bisa berlangsung selama dua hari bahkan membengkak selama tiga hari.

baca juga

Durasi efek samping vaksinasi ini bervariasi, namun kurang dari dua persen orang yang mengalami efek samping yang berlangsung lebih dari tujuh hari.

Selain itu, efek samping parah yang jarang terjadi, kurang dari satu persen orang yang mengalami nyeri tersebut. Sebagian orang bahkan mengalami kemerahan, yaitu di bagian kulit setelah disuntik.

Semua efek samping ini telah dilaporkan lebih sering terjadi pada orang yang berusia 18-59 tahun, dibanding dengan orang yang berusia 60 tahun bahkan lebih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Akan Memesan 100 Juta Vaksin Covid-19 Satu Dosis Johnson & Johnson

Amerika Akan Memesan 100 Juta Vaksin Covid-19 Satu Dosis Johnson & Johnson

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 11:20 WIB

Korea Selatan Berikan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia

Korea Selatan Berikan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 09:53 WIB

Cetak Sejarah, Botol Vaksin Covid-19 Pertama Dimuseumkan

Cetak Sejarah, Botol Vaksin Covid-19 Pertama Dimuseumkan

Lifestyle | Kamis, 11 Maret 2021 | 10:05 WIB

Terkini

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya

Entertainment | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×