Cara Rawat Anak dengan Hipospadia, CDC: Salah Satunya, Jangan Disunat

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 11 Maret 2021 | 18:50 WIB
Cara Rawat Anak dengan Hipospadia, CDC: Salah Satunya, Jangan Disunat
Ilustrasi hipospadia.

Suara.com - Fenomena kelainan hipospadia yang dialami mantan atlet voli putri (Serda) Aprilia Santini Manganang, memang jarang terjadi. Jika pun ada, tidak jadi konsumsi publik karena cenderung pribadi, mengingat berurusan dengan alat vital.

Hipospadia adalah cacat lahir pada anak laki-laki, dimana (uretra) lubang keluarnya air seni atau urin, maupun air mani tidak terletak di bagian kepala batang penis.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Kamis (11/3/2021) hipospadia biasanya didiagnosis oleh dokter melalui pemeriksaan fisik setelah bayi lahir.

Selain itu pada 2017 disebutkan jika hipospadia bisa terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Ilustrasi alat bedah untuk sunat, khitan, atau sirkumsisi. (Shutterstock)
Ilustrasi alat bedah untuk sunat, khitan, atau sirkumsisi. (Shutterstock)

Lalu bagaimana cara perawatan anak didiagnosis hipospadia?

CDC menyebutkan cara merawat anak dengan pospadia, bergantung pada jenis kelainan yang dialami si anak laki-laki tersebut. Apakah jenis kelainan hipospadia midshaf, penoscrota ataupun subcoronal.

Namun pada umumnya kasus hipospadia memerlukan pembedahan untuk memperbaiki saluran (uretra) atau lubang keluarnya air seni atau urin maupun air mani, ke tempat seharusnya yakni di kepala batang penis.

Adapun jika pembedahan dilakukan, umumnya dilaksanakan pada saat anak berusia 3 hingga 18 bulan. Dalam beberapa kasus, pembedahan dilakukan secara bertahap.

Selain pembedahan untuk memperbaiki posisi uretra ke tempat seharusnya, pembedahan juga dilakukan untuk memperbaiki lekukan penis, dan memperbaiki kulit di sekitar lubang uretra,

Itulah kenapa menurut CDC, bayi lelaki dengan hipospadia sebaiknya tidak disunat, karena kulup atau kulit di kepala penis, bisa digunakan untuk melakukan perbaikan saat pembedahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Aprilia Manganang, Bisakah Hipospadia Terdeteksi Sejak Hamil?

Belajar dari Aprilia Manganang, Bisakah Hipospadia Terdeteksi Sejak Hamil?

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 14:05 WIB

Kelainan Hipospadia Aprilia Manganang, Begini Tindakan Bedah Korektifnya!

Kelainan Hipospadia Aprilia Manganang, Begini Tindakan Bedah Korektifnya!

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 08:31 WIB

Profil Aprilia Manganang, Eks Atlet Voli Putri yang Jadi TNI Laki-laki

Profil Aprilia Manganang, Eks Atlet Voli Putri yang Jadi TNI Laki-laki

News | Rabu, 10 Maret 2021 | 19:08 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB