Survei: Pandemi Memperparah Gangguan Kecemasan pada Wanita Hamil

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Jum'at, 12 Maret 2021 | 17:14 WIB
Survei: Pandemi Memperparah Gangguan Kecemasan pada Wanita Hamil
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah survei online yang dilakukan di Jepang menemukan fakta bahwa wanita hamil mengalami gangguan kecemasaan yang lebih parah saat pandemi Covid-19. Hasil temuan ini dipublikasikan di Journal of Affective Disorders Reports.

“Pandemi telah mengubah lingkungan sosial wanita hamil dan pasien yang menjalani perawatan kesuburan,” kata psikolog klinis Universitas Tohoku, Koubon Wakashima, seperti dilansir dari Healthshots.

Pembatasan yang diterapkan di Jepang membuat wanita hamil tidak dapat mengikuti kelas parenting atau melakukan perjalanan ke rumah orangtua mereka untuk mendapat bantuan persalinan.

Wakashima dan rekannya di Tohoku University, Hokkaido University, dan National Foundation of Brief Therapy memposting survei di beberapa situs kehamilan dan kesuburan menjelang akhir Mei hingga awal Juni 2020. Hampir 300 wanita hamil dan 13 wanita yang menjalani perawatan kesuburan mengikuti survei tersebut.

Analisis survei mengungkapkan bahwa wanita hamil di Jepang memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Tingkat kecemasan ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan akan monitoring kesehatan mereka sendiri.

Wanita hamil yang menganggap layanan jejaring sosial sebagai sumber informasi penting mengungkapkan bahwa tingkat kecemasan mereka lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang lebih menyukai koran dan TV sebagai sumber informasi.

Para peneliti kemudian membandingkan hasil survei mereka dengan hasil survei serupa yang dilakukan di Iran, dan menemukan bahwa wanita hamil di Jepang menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita hamil di Iran.

Para ilmuwan mengakui bahwa penelitian mereka memiliki beberapa keterbatasan, misalnya, kemampuan untuk menilai hubungan kausal yang ketat antara kecemasan dan berbagai perilaku saat menghadapi masalah, dan kurangnya informasi rinci tentang konten media yang diakses perempuan tersebut.

Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa peningkatan komunikasi sangatlah penting karena dapat membantu ibu hamil mengatasi perasaan cemas.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalis Mardiasih: Candaan Seksis Positifkan Istri saat Covid-19 Tidak Lucu

Kalis Mardiasih: Candaan Seksis Positifkan Istri saat Covid-19 Tidak Lucu

News | Kamis, 11 Maret 2021 | 21:57 WIB

Mengenal Teknologi Fetomaternal, Cara Pemeriksa Kelainan Genetik pada Janin

Mengenal Teknologi Fetomaternal, Cara Pemeriksa Kelainan Genetik pada Janin

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 23:28 WIB

Ibu Hamil Pecandu Alkohol, Dampak Buruk ke Anak Bertahan Hingga Dewasa

Ibu Hamil Pecandu Alkohol, Dampak Buruk ke Anak Bertahan Hingga Dewasa

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 14:27 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×