Waspadai Penggumpalan Darah di Lengan, Ini 5 Gejalanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 15 Maret 2021 | 08:30 WIB
Waspadai Penggumpalan Darah di Lengan, Ini 5 Gejalanya!
Ilustrasi Lengan. (Shutterstock)

Suara.com - Penggumpalan darah biasanya disebabkan oleh berbagai protein dan trombosit yang menggumpal. Karena itu, sangat penting untuk mencari pertolongan medis jika merasa mengalami pembekuan darah.

Menurut NHS, gumpalan darah perlu segera diobati karena bisa sangat serius. Gumpalan bisa menyumbat pembuluh darah, yang menyulitkan pengiriman darah ke seluruh tubuh.

Sebagian besar kasus, pembekuan darah biasa berkembang di kaki, tetapi juga bisa terjadi di lengan. Sekitar 10 persen dari semua kasus pembekuan darah berkembang di lengan.

Sayangnya dilansir dari Express, kondisi ini sering kali tidak terdeteksi. Lebih dari setengah kasus pembekuan darah di lengan tidak memiliki gejala sama sekali.

Jika Anda mengalami gejala, tanda itu cenderung datang sangat lambat dan bisa mudah terlewatkan. Anda mungkin akan mengalami beberapa kondisi pada lengan, seperti berikut ini:

Ilustrasi darah. (Pixabay)
Ilustrasi darah. (Pixabay)
  1. Lengan akan membengkak
  2. Lengan mengalami kram
  3. Lengan lebih lembut saat disentuh
  4. Lebih lebih hangat saat disentuh
  5. Bagian lengan yang mengalami penggumpalan akan berwarna merah atau biru

"Gumpalan darah terbentuk ketika sel darah yang disebut trombosit dan berbagai protein menyebabkan darah Anda membeku menjadi massa setengah padat," jelas NHS.

Gumpalan darah di lengan diklasifikasikan sebagai kondisi primer atau sekunder, tergantung pada penyebabnya. Jika Anda didiagnosis menderita pembekuan darah di dalam lengan, tujuan pengobatan utama adalah menghentikan pertumbuhan gumpalan, meredakan gejala dan mencegah gumpalan berpindah ke bagian tubuh lain.

"Jika perawatan ini tidak menyelesaikan masalah atau gumpalan semakin besar, dokter mungkin merekomendasikan pengangkatan gumpalan darah," jelasnya.

Jika Anda mengalami penyumbatan darah, komplikasi paling berbahaya adalah emboli paru. Emboli paru adalah bagian dari gumpalan darah yang pecah dan masuk ke paru-paru.

Sekitar sepertiga dari semua pasien pembekuan darah mengembangkan emboli paru dan bisa mematikan. Jika Anda tiba-tiba mengalami sesak napas atau nyeri menusuk dada, segeralah hubungi dokter.

Cara mencegah

Cara terbaik untuk menghindari pembekuan darah di lengan, termasuk tetap aktif dan melakukan olahraga teratur. Setiap orang harus berusaha melakukan setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang setiap minggu.

Anda juga harus mencoba mempertahankan berat badan yang sehat dan menghindari duduk terlalu lama dalam posisi sama.

Konsultasilan dengan dokter jika Anda khawatir atau mencurigai ada tanda-tanda pembekuan darah di tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Penggumpalan Darah, Pasien Covid-19 Pria Bisa Ereksi Berjam-Jam

Akibat Penggumpalan Darah, Pasien Covid-19 Pria Bisa Ereksi Berjam-Jam

Health | Selasa, 09 Maret 2021 | 07:48 WIB

Gegara Ingin Mirip Popeye, Pria Ini Menyesal Suntik Implan Sembarangan

Gegara Ingin Mirip Popeye, Pria Ini Menyesal Suntik Implan Sembarangan

News | Minggu, 07 Maret 2021 | 20:15 WIB

INFOGRAFIS: Vaksin Covid Sebaiknya Disuntikan di Lengan Kanan atau Kiri?

INFOGRAFIS: Vaksin Covid Sebaiknya Disuntikan di Lengan Kanan atau Kiri?

Infografis | Minggu, 21 Februari 2021 | 10:04 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB