Sudah Remaja Tapi Belum Menstruasi Jadi Gejala Awal Hipospadia

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Senin, 15 Maret 2021 | 16:53 WIB
Sudah Remaja Tapi Belum Menstruasi Jadi Gejala Awal Hipospadia
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

Suara.com - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB mengatakan orang dengan hipospadia berat seperti yang dialami mantan anggota Timnas Voli Putri Aprilia Manganang memang sulit terdeteksi.

Hal ini karena bentuk kelamin bayi lelaki yang lahir dengan hipospadia cenderung seperti perempuan. Itulah mengapa kata Profesor Ari, penting bagi orangtua untuk memerhatikan anak perempuannya mengenai pola menstruasi.

"Oleh karena itu ketika seseorang perempuan sudah berumur 15 tahun dan tidak menstruasi mestinya ditelusuri lebih lanjut apa yang terjadi," ujar Profesor Ari dalam keterangannya kepada Suara.com, Senin (15/3/2021).

Ini juga, lanjut Profesor Ari, mengapa ia yang berpraktik sebagai dokter spesialis penyakit dalam selalu menanyakan perihal kelancaran siklus menstruasi setiap pasien perempuannya.

"Karena kadang kala masalah menstruasi ini berhubungan dengan masalah penyakit dalam," terang Profesor Ari.

Saat mendapati pasien yang mengalami periode menstruasi tidak lancar maka akan disarankan menjalani konsultasi dengan dokter spesialis obstetri ginekologi (obgyn) dan kandungan.

"Dokter spesialis obstetri ginekologi tentu akan melakukan pemeriksaan awal dengan melihat langsung alat kelamin luar dan juga pemeriksaan alat kelamin dalam dengan pemeriksaan USG apakah ada rahim atau indung telur," terangnya.

Dari dokter spesialis kandungan inilah, biasanya kondisi kelainan seperti hipospadia ini akan terdeteksi jika penderitanya sudah terlanjur beranjak remaja, bahkan dewasa.

"Untuk kepastian, dokter juga bisa mengirim pasien ke laboratorium untuk pemeriksaan kromosom mengenai apakah memang pasien tersebut mempunyai kromosom XX untuk wanita, atau XY untuk pria. Pada pemeriksaan kromosom bisa juga ditemukan berbagai variasi kelainan. " papar Profesor Ari.

baca juga

Kasus Aprilia memang harus menjadi pengalaman berharga buat kita semua terutama untuk kalangan medis agar kondisi ini bisa terdeteksi dari awal," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal 3 Jenis Hipospadia, Kondisi yang Dialami Aprilia Manganang

Mengenal 3 Jenis Hipospadia, Kondisi yang Dialami Aprilia Manganang

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 12:29 WIB

Ternyata Dilahirkan Pria, Wanita Ini Baru Tahu Jenis Kelaminnya di Umur 25

Ternyata Dilahirkan Pria, Wanita Ini Baru Tahu Jenis Kelaminnya di Umur 25

Lifestyle | Minggu, 14 Maret 2021 | 14:52 WIB

Tak Kunjung Hamil, Wanita Ini Baru Sadar Punya Kromosom Pria setelah Nikah

Tak Kunjung Hamil, Wanita Ini Baru Sadar Punya Kromosom Pria setelah Nikah

News | Senin, 15 Maret 2021 | 13:39 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×