Kemenkes Pastikan Indonesia Tetap Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 16 Maret 2021 | 18:52 WIB
Kemenkes Pastikan Indonesia Tetap Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. [Phil Noble/Pool/AFP]

Suara.com - Indonesia akan tetap menerima pasokan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dikirim melalui vaksin kerjasama dunia atau COVAX.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memastikan hal tersebut dan mengatakan bahwa peristiwa pembekuan darah yang dialami penerima vaksin di beberapa negara tidak akan mengubah keputusan pemakaian vaksin buatan perusahaan Inggris tersebut.

Pekan lalu, Indonesia telah menerima 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 merekan AstraZeneca dari program kerjasama dunia COVAX yang dikoordinir WHO, GAVI, dan CEPI.

Total vaksin AstraZeneca yang akan diterima Indonesia sebanyak 11,7 juta dosis yang akan dikirim secara bertahap.

"Tentunya skema multilateral ini sudah menjadi bagian permintaan kita, jadi tentunya akan dilanjutkan," ujar Juru Bicara Kemenkes RI terkait program vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/3/2021).

Terkait dengan laporan pembekuan darah tersebut, Nadia menyampaikan Kemenkes masih menunggu pernyataan WHO terkait kelayakan vaksin AstraZeneca. 

"Kalau kemudian menyatakan bahwa AstraZeneca tidak bisa digunakan, ya tentu akan ada mekanisme lain. Tapi kalau kita lihat rekomendasi WHO bahwa AstraZeneca ini juga salah satu pilihan vaksin yang sudah mendapatkan emergency use dari WHO. Jadi sudah ada izin dari WHO yang artinya sudah dikaji oleh para para ahli tentang keamanan vaksin yang terjadi dan tentunya kerjasama multilateral akan tetap kita teruskan," paparnya.

Saat ini, Kemenkes menyatakan masih menunggu penggunaan vaksin AstraZeneca akibat distribusi yang tertunda ke daerah. Penundaan dilakukan karena masalah quality control terkait keamanan penggunaan vaksin.

Meski demikian, Nadia mengatakan dalam beberapa minggu ke depan, distribusi akan segera dilakukan dan vaksin AstraZeneca akan tetap dipakai.

"Kalau kita lihat kurang lebih 2-3 minggu lagi semua proses quality control kemudian pengepakan dan persediaan distribusi akan selesai. Dalam estimasi 2-3 minggu lagi akan melakukan percepatan. Jadi kita tunggu saja kalau memang artinya secara paralel antara persiapan packing vaksin tersebut untuk kita distribusikan dan juga rekomendasi dari BPOM lebih lanjut mengenai penggunaan AstraZeneca," tuturnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait penggunaan vaksin AstraZeneca. Sebab hingga saat ini izin penggunaan darurat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga masih ditetapkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19 di Inggris Diperkirakan Meningkat Beberapa Hari ke Depan

Vaksinasi Covid-19 di Inggris Diperkirakan Meningkat Beberapa Hari ke Depan

Health | Selasa, 16 Maret 2021 | 18:42 WIB

Kemenkes Larang Uji Antibodi Mandiri Pasca Vaksinasi Covid-19, Kenapa Ya?

Kemenkes Larang Uji Antibodi Mandiri Pasca Vaksinasi Covid-19, Kenapa Ya?

Health | Selasa, 16 Maret 2021 | 18:36 WIB

MUI: Disuntik Vaksin Covid-19 Bulan Ramadan Tidak Batalkan Puasa

MUI: Disuntik Vaksin Covid-19 Bulan Ramadan Tidak Batalkan Puasa

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 18:20 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB