Tunggu Penelitian, BPOM Resmi Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 17 Maret 2021 | 20:13 WIB
Tunggu Penelitian, BPOM Resmi Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Penampakan sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 asal perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. (tangkapan layar)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan tidak akan mencabut izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca.

Keputusan itu tetap diambil walau beberapa negara di Eropa telah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca terkait dugaan kasus pembekuan darah.

"Izin penggunaan kondisi darurat (Emergency Use Authorization/EUA) tidak dicabut," ujar BPOM RI melalui keterangan pers yang diterima Suara.com, Rabu (17/3/2021).

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia WHO beserta badan otoritas obat di berbagai negara tengah melakukan investigasi dan kajian terkait kasus pembekuan darah yang ditemukan dan dicurigai terkait vaksin buatan Universitas Oxford tersebut.

Hal ini membuat BPOM RI menerapkan prinsip kehati-hatian, dan merekomendasikan vaksin AstraZeneca untuk tidak digunakan di Indonesia, sampai menunggu hasil kajian keluar.

"Walau vaksin Covid-19 AstraZeneca telah mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari WHO untuk vaksinasi Covid-19, Badan POM tetap melakukan pengkajian lengkap aspek khasiat dan keamanan bersama Komite Nasional Penilai Obat (KOMNAS PO) serta melakukan kajian aspek mutu yang komprehensif," ungkap BPOM RI.

Vaksin AstraZeneca sendiri sudah menjalani uji klinis pada 23.745 subjek di Inggris, Brasil dan Afrika Selatan.

Dari data diketahui efek samping vaksin tersebut memiliki sifat ringan sampai sedang, berupa reaksi lokal dan sistemik, juga tidak ada efek samping yang sifatnya serius dan terkait dengan gangguan pembekuan darah.

"Secara umum manfaat vaksin Covid-19 AstraZeneca lebih besar dari risikonya," pungkas BPOM RI.

baca juga

Dilanjutkan BPOM, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca yang masuk ke Indonesia memiliki nomor bets (kode produksi) yang berbeda dengan bets yang diduga menyebabkan pembekuan darah.

Nomor bets vaksin AstraZeneca yang dicurigai menyebabkan pembekuan darah adalah ABV5300, ABV3025 dan ABV285.

"Bets produk vaksin Covid-19 AstraZeneca yang telah masuk ke Indonesia tersebut berbeda dengan bets produk yang diduga menyebabkan pembekuan darah dan diproduksi di fasilitas produksi yang berbeda," tulis BPOM dalam keterangannya.

Sementara itu menurut keterangan WHO pada 12 Maret 2021 lalu, pihaknya sedang melakukan kajian mendalam karena telah menerima informasi kasus pembekuan darah, termasuk di antaranya 2 kasus fatal yang diduga diakibat bets tertentu dari vaksin Covid-19 AstraZeneca.

"Namun, disebutkan juga bahwa tidak ada alasan untuk menghentikan penggunaan vaksin tersebut dengan mengikuti EUL (Emergency Use Listing) yang ditetapkan WHO untuk vaksin COVID-19 AstraZeneca," terang BPOM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Rekomendasi Terbaru BPOM RI

Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Rekomendasi Terbaru BPOM RI

Kaltim | Rabu, 17 Maret 2021 | 19:08 WIB

Rekomendasi BPOM RI: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Jangan Digunakan

Rekomendasi BPOM RI: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Jangan Digunakan

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 18:53 WIB

Bukan karena Vaksin Covid-19, Berikut 5 Kondisi Penyebab Pembekuan Darah

Bukan karena Vaksin Covid-19, Berikut 5 Kondisi Penyebab Pembekuan Darah

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 19:02 WIB

Terkini

BPS Akui MBG Bikin Harga Daging Ayam Makin Mahal

BPS Akui MBG Bikin Harga Daging Ayam Makin Mahal

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Rosemary Oil Apakah Bisa Menumbuhkan Rambut? Begini Faktanya

Rosemary Oil Apakah Bisa Menumbuhkan Rambut? Begini Faktanya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Ekspansi Tanpa Henti: Alasan Bos Nissan Risau dengan Progres Pabrikan Mobil China

Ekspansi Tanpa Henti: Alasan Bos Nissan Risau dengan Progres Pabrikan Mobil China

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Kenapa Prabowo Hanya Ajukan Komjen Suyudi Jadi Calon Tunggal Kapolri? Ini Penjelasan Puan

Kenapa Prabowo Hanya Ajukan Komjen Suyudi Jadi Calon Tunggal Kapolri? Ini Penjelasan Puan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bukan Isu, 15 'Tuan Guru' di NTB Terseret Kasus Kekerasan Seksual Santri

Bukan Isu, 15 'Tuan Guru' di NTB Terseret Kasus Kekerasan Seksual Santri

Bali | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK

Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:39 WIB

3 Cara Dopamine Detox di Rumah untuk Pemulihan Mental Pekerja Sibuk

3 Cara Dopamine Detox di Rumah untuk Pemulihan Mental Pekerja Sibuk

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:38 WIB

6 Program Prioritas Suyudi Jika Jadi Kapolri

6 Program Prioritas Suyudi Jika Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Usai Rampok-Bunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Pelaku Sempat Sewa PSK di Medan

Usai Rampok-Bunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Pelaku Sempat Sewa PSK di Medan

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:35 WIB

John Herdman Menilai Tekanan Tinggi Justru Jadi Motivasi Pemain Timnas Indonesia Hadapi Bangladesh

John Herdman Menilai Tekanan Tinggi Justru Jadi Motivasi Pemain Timnas Indonesia Hadapi Bangladesh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:32 WIB

×