Diyakini Berkhasiat Tinggi, Perdagangan Plasenta Makin Marak di China

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 18 Maret 2021 | 08:30 WIB
Diyakini Berkhasiat Tinggi, Perdagangan Plasenta Makin Marak di China
Ilustrasi plasenta bayi. (Shutterstocks)

Suara.com - Pasar gelap yang menjual plasenta manusia masih berkembang pesat hingga saat ini di China. Padahal, praktik tersebut sudah dilarang lebih dari 10 tahun yang lalu.

Orang-orang akan membeli plasenta segar lalu memasak dan memakannya. Beberapa orang mengolahnya menjadi obat tradisional China (TCM).

Bagi pembeli, mereka yakin plasenta manusia memiliki khasiat penyembuhan yang sah bagi orang dengan sistem kekebalan lemah dan membantu mengobati banyak penyakit, seperti tuberkulosis, hipohemia, serta kesehatan reproduksi.

Perdagangan ilegal ini berbasis di Bozhou di provinsi Anhui, Pizhou di provinsi Jiangsu, dan Yongcheng di provinsi Henan.

Menurut South China Morning Post, pedagang akan mengumpulkan plasenta dari rumah sakit, pabrik limbah medis, dan rumah duka. Satu plasenta dibeli dari tangan pertama dengan harga 80 yuan (sekitar Rp177 ribu).

Jual beli plasenta manusia ilegal. (Dok: thepaper.cn )
Jual beli plasenta manusia ilegal. (Dok: thepaper.cn )

Tidak ada regulasi yang mengaturnya. Artinya, tidak ada pemeriksaan terkait keamanan organ, apakah mengandung virus menular seperti hepatitis B, HIV, atau sifilis.

Dokter kandungan Rumah Sakit Reproduksi Daerah Guangxi Zhuang, Lin Xiu, mengatakan makan plasenta tidak jauh berbeda dengan konsumsi daging biasa. Tetapi sebenarnya plasenta tidak memiliki fungsi atau khasiat khusus.

"Tapi jika ibunya terkena penyakit menular, plasenta juga akan membawa virus. Cara memasak konvensional tidak bisa membunuh virus-virus itu. Hanya seperti desinfektan kukus yang digunakan di rumah sakit, biasanya untuk mendisinfeksi peralatan medis, yang efektif membersihkannya," jelas Lin.

Karenanya, Lin mengatakan memakan plasenta yang masih segar dapat menularkan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan.

baca juga

Kementerian Kesehatan China menyatakan plasenta merupakan hak milik sang ibu. Namun, ketika mereka memutuskan untuk meninggalkannya, rumah sakit akan membuang organ tersebut yang biasanya dianggap sebagai limbah medis.

Di platform belanja online Taobao, plasenta bayi laki-laki dibanderol 480 yuan (sekitar sejuta) dan 450 yuan (sekitar Rp996 ribu) untuk bayi perempuan.

Perbedaan harga ini didasarkan pada kepercayaan bahwa plasenta bayi laki-laki lebih memiliki manfaat kesehatan.

Perdagangan plasenta ilegal masuk ke area abu-abu. Meski Kemenkes China melarang perdagangan manusia pada 2005, tidak ada undang-undang yang melarang penjualan obat-obatan berbahan Ziheche (sebutan plasenta).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Plasenta Previa di Trimester 3, Ibu Hamil Terancam Alami Perdarahan

Waspada Plasenta Previa di Trimester 3, Ibu Hamil Terancam Alami Perdarahan

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 15:44 WIB

Alami Plasenta Previa Menjelang Melahirkan, Apa yang Harus Dilakukan?

Alami Plasenta Previa Menjelang Melahirkan, Apa yang Harus Dilakukan?

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 10:43 WIB

Wanita Ini Alami Pendarahan Tiba-tiba, Ternyata Ada Plasenta Tertinggal

Wanita Ini Alami Pendarahan Tiba-tiba, Ternyata Ada Plasenta Tertinggal

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 07:57 WIB

Terkini

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen

Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB

×