Mengenal Varian Baru Virus Corona Filipina, Apa Pengaruhnya pada Vaksin?

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 18 Maret 2021 | 13:09 WIB
Mengenal Varian Baru Virus Corona Filipina, Apa Pengaruhnya pada Vaksin?
Ilutrasi virus corona. Di Indonesia, telah ditemukan varian baru Covid-19 asal Inggris. [Getty Images/BBC]

Suara.com - Varian baru virus corona dari Filipina telah ditemukan di Inggris. Dalam hal ini Public Health England (PHE) mengatakan sedang menyelidiki varian tersebut.

Varian baru dari Filipina ini disebut dengan P3 yang membawa sejumlah mutasi dalam bentuk lain dari virus corona.

Sekitar 33 kasus yang terkait dengan varian tersebut pertama kali dilaporkan di Filipina pada 9 Maret. Negara itu sekarang memiliki total 98 infeksi yang disebabkan oleh P3.

Melansir dari Independent, P3 membawa sejumlah mutasi penting, termasuk E484K dan N501Y di mana keduanya muncul secara alami dan independen dalam varian berbeda dari seluruh dunia.

Mutasi E484K mengubah bentuk protein lonjakan yang bertanggung jawab untuk menempel pada sel manusia.

Hal ini yang kemudian bisa membuat mutasi jadi kurang dapat dikenali oleh antibodi. Dengan begitu, maka P3 mungkin bisa lebih resisten terhadap generasi vaksin Covid-19 saat ini.

Namun sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa P3 masih dapat dinetralkan dengan vaksin yang sudah tersedia.

P3 juga memiliki mutasi N501Y yang juga terlihat pada varian Inggris di mana dikenal lebih menular. Mutasi khusus ini memudahkan virus untuk menempel pada sel manusia dan masuk.

Tingkat R alami dari varian yang membawa N501Y diperkirakan jauh lebih tinggi daripada bentuk virus aslinya.

Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Akankah vaksin tidak efektif melawan varian baru ini?

Tidak ada hal baru di P3 yang dilihat oleh para ilmuwan. Namun, setiap varian memiliki kombinasi mutasi yang unik yang menentukan bagaimana ia berinteraksi dengan pertahanan tubuh.

Meskipun ada kekhawatiran untuk melihat varian baru yang muncul, versi virus ini belum berevolusi lebih jauh. Analisis lebih lanjut akan diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini dan menetapkan sejauh mana efektivitas vaksin dipengaruhi oleh P3.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Vaksin AstraZeneca, Pil KB Lebih Berisiko Picu Penggumpalan Darah

Bukan Vaksin AstraZeneca, Pil KB Lebih Berisiko Picu Penggumpalan Darah

Health | Kamis, 18 Maret 2021 | 12:24 WIB

Sempat Menghilang, Presiden Tanzania Dinyatakan Meninggal Dunia

Sempat Menghilang, Presiden Tanzania Dinyatakan Meninggal Dunia

News | Kamis, 18 Maret 2021 | 12:20 WIB

Thailand Latih Anjing Pelacak Covid-19, Diklaim 95 Persen Akurat

Thailand Latih Anjing Pelacak Covid-19, Diklaim 95 Persen Akurat

News | Kamis, 18 Maret 2021 | 12:17 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB