Karya Peneliti Tanah Air, Kalbe Luncurkan Tes Saliva Pendeteksi Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 19 Maret 2021 | 13:16 WIB
Karya Peneliti Tanah Air, Kalbe Luncurkan Tes Saliva Pendeteksi Covid-19
Ilustrasi Tes Covid-19 Lewat Air Liur. (Pexels)

Suara.com - Indonesia disebut bakal menggunakan Tes Saliva untuk mendeteksi Covid-19. Dan di waktu bersamaan, PT. Kalbe Farma Tbk (Kalbe) meluncurkan Kit Tes Saliva karya peneliti tanah air untuk mendeteksi Covid-19.

Berbeda dengan swab tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang menggunakan sampel usap dari belakang tenggorokan (nasofaring) dan belakang hidung (orofaring), tes saliva hanya membutuhkan sedikit sampel air liur.

Direktur PT Kalbe Farma Tbk Sie Djohan mengatakan bahwa alat tes dan SDM untuk tes PCR masih terbatas, khususnya di daerah-daerah terpencil. Itu sebabnya, peluncuran Tes Saliva ini bisa disebut bisa membantu penanganan Covid-19 Indonesia.

"Sampai saat ini untuk di daerah yang fasilitasnya tidak sebaik di Jakarta atau kota-kota besar itu masih ada sedikit kesulitan, melakukan tes Covid-19 yang akurat," ujar Djohan dalam acara peluncuran virtual, Jumat (19/3/2021).

Tidak hanya akurat, tes saliva ini cenderung lebih aman dan nyaman saat proses pengambilan sampel. Ditambah tidak perlu mendatangkan petugas lab untuk pengambilan sampel di belakang tenggorokan dan hidung seperti tes PCR.

Pengambilan sampel bisa dilakukan secara mandiri, yaitu pasien cukup hanya meludah di wadah, untuk nanti sampel ludahnya di analisis di laboratorium diperiksa apakah mengandung virus SARS CoV penyebab sakit Covid-19 atau tidak.

Alat tes saliva untuk Covid-19 yang diluncurkan Kalbe ini akan dipasok ke laboratorium atau klinik, sehingga nanti masyarakat bisa memilih ingin melakukan tes saliva atau tes PCR di klinik tersebut.

Sedangkan untuk hasil, menurut peneliti Kalbe atau IVD Division Research Manager, Stem Cell and Cancer Institute, Akterono D. Budiyati, metode tes saliva ini sama akuratnya dengan metode tes swab PCR yang menjadi standar baku diagnosis di Indonesia.

"Berdasarkan hasil uji klinis, virus yang diuji dengan sampel air liur dan swab sanofaring (PCR) terduga Covid-19, mampu membedakan orang yang terinfeksi Covid-19 dan tidak terinfeksi," terang Akterono.

baca juga

Dalam uji klinis, tes saliva memiliki sensitivitas hingga 94 persen dan spesifitas 98 persen, termasuk bisa mendeteksi virus pada orang yang bergejala (simtomatik) dan tidak bergejala (asimtomatik) Covid-19.

Menurut Djohan, saat ini pihaknya baru bisa memproduksi setengah juta atau 500.000 alat kit tes saliva. Rencananya kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi satu juta alat kit tes saliva.

"Perlu diingat, alat ini bukan masyarakat yang membelinya, melainkan laboratorium atau klinik untuk nantinya melayani masyarakat yang menjalani tes Covid-19," pungkas Djohan.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro tengah mempertimbangan penggunaan metode tes saliva untuk menguji Covid-19. Dengan begitu diharapkan proses testing bisa lebih cepat dan pengambilan sampel bisa lebih mudah karena hanya menggunakan air liur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan ICW: Alat Tes Covid-19 BNPB Ternyata Tak Sesuai Rekomendasi WHO

Temuan ICW: Alat Tes Covid-19 BNPB Ternyata Tak Sesuai Rekomendasi WHO

News | Jum'at, 19 Maret 2021 | 01:05 WIB

500 Ribu Alat Tes Covid-19 Diretur, Negara Berpotensi Rugi Rp169 Miliar

500 Ribu Alat Tes Covid-19 Diretur, Negara Berpotensi Rugi Rp169 Miliar

News | Kamis, 18 Maret 2021 | 20:31 WIB

Rugikan Uang Negara, ICW Duga BNPB Abai Cek Kedaluwarsa Alat Tes Covid-19

Rugikan Uang Negara, ICW Duga BNPB Abai Cek Kedaluwarsa Alat Tes Covid-19

News | Kamis, 18 Maret 2021 | 18:20 WIB

Terkini

Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara

Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200

Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:11 WIB

Momen Bendera Pusaka Diarak dari Monas ke Istana Merdeka

Momen Bendera Pusaka Diarak dari Monas ke Istana Merdeka

Foto | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun

Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?

Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:57 WIB

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

×