Walau Aman, Finlandia Menangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 21 Maret 2021 | 17:00 WIB
Walau Aman, Finlandia Menangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Finlandia telah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk menyelidiki dua kasus pembekuan darah. Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Finlandia mengatakan penyelidikan akan memakan waktu setidaknya satu minggu.

Keputusan ini terjadi setelah Finlandia mengatakan tidak akan melarang penggunaan vaksin AstraZeneca, karena sekitar 20 negara Eropa lainnya mengkhawatirkan keamanannya.

Tapi kemarin, Uni Eropa melakukan perubahan besar pada penangguhan vaksin Oxford/AstraZeneca dengan mengatakan bahwa vaksin Covid-19 itu aman dan efektif.

Emer Cooke, direktur eksekutif EMA, mengatakan dia akan suntik vaksin Covid-19 besok jika mendapatkan penawaran.

Namun, Prancis justru membuat aturan hanya orang usia 55 tahun lebih yang mendapatkan suntik vaksin AstraZeneca, setelah menyatakan bahwa vaksin itu tidak aman.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Mereka mengambil keputusan itu untuk meminimalkan risiko orang yang lebih mudah mengembangkan pembekuan darah setelah suntik vaksin AstraZeneca.

Rekomendasi ini berdasarkan pada fakta bahwa pembekuan darah yang membuat Prancis dan negara Eropa lainnya menangguhkan vaksin AstraZeneca hanya terjadi pada orang usia di bawah 55 tahun.

"Manfaatnya dalam melindungi orang dari risiko kematian dan rawat inap akibat virus corona Covid-19 justru lebih besar dibandingkan kemungkinan risikonya," kata direktur eksekutif EMA dikutip dari The Sun.

Komite juga menyimpulkan bahwa vaksin Covid-19 tidak terkait dengan peningkatan risiko keseluruhan kejadian tromboemboli atau pembekuan darah.

EMA merekomendasikan vaksin AstraZeneca tetap harus digunakan untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19. Tapi, hubungan antara pembekuan darah dan vaksin Covid-19 tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan.

Meskipun beberapa negara UE telah membatalkan penangguhan vaksin AstraZeneca, Swedia telah berjanji untuk tetap menangguhkannya hingga minggu depan.

Sejauh ini, para ahli medis pun masih belum tahu hubungan pembekuan darah dengan vaksin Covid-19. Tapi, beberapa kasus pembekuan darah yang berkembang bisa disebabkan berbagai alasan.

Para pasien yang mengembangkan pembekuan darah mungkin juga disebabkan oleh virus corona Covid-19 itu sendiri. Perdana Menteri Inggris pun menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca dan Pfizer aman digunakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lansia di 5 Daerah Kepri Belum Divaksin COVID-19

Lansia di 5 Daerah Kepri Belum Divaksin COVID-19

Batam | Minggu, 21 Maret 2021 | 14:19 WIB

Temuan Baru, Hormon Progesteron Wanita Bisa Bantu Pria Lawan Covid-19

Temuan Baru, Hormon Progesteron Wanita Bisa Bantu Pria Lawan Covid-19

Health | Senin, 22 Maret 2021 | 10:55 WIB

Warga Dapat Pesan Berantai Vaksin COVID-19 Massal di Puskesmas Kramat Jati

Warga Dapat Pesan Berantai Vaksin COVID-19 Massal di Puskesmas Kramat Jati

Jakarta | Minggu, 21 Maret 2021 | 13:49 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB