Kebutuhan Air Bersih Meningkat Tiga Kali Lipat Selama Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 23 Maret 2021 | 11:04 WIB
Kebutuhan Air Bersih Meningkat Tiga Kali Lipat Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi mencuci tangan. (Pixabay)

Suara.com - Pandemi Covid-19 bukan hanya membuat kebutuhan peralatan kesehatan seperti masker dan hand sanitizer meningkat. Tapi, selama pandemi kebutuhan air bersih di masyarakat juga meningkat.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Bina Teknik SDA Kementerian PUPR, Prof. Dr. Ir. Eko Winar Irianto, M.T dalam sebuah diskusi memperingati Hari Air Dunia 2021.

Dalam acara Valuing Water, yang diadakan baru-baru ini, Eko mengatakan bahwa terjadi tren kenaikan kebutuhan air bersih selama masa pandemi Covid-19.

"Sebelum pandemi kebutuhan air bersih saja masih belum kita penuhi, ini tantangan baru untuk bisa memenuhi air yang disyaratkan sebagai protokol kesehatan Covid-19 baik itu mencuci baik tangan atau benda benda sekitar kita," ujar Eko.

Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)

Kondisi itu berdampak pada kondisi neraca air nasional sehingga dibutuhkan upaya dalam mengatasi krisis air yang terjadi sekalipun di masa pandemi.

"Dengan adanya kebijakan work from home dan anjuran untuk perilaku hidup bersih sehat (PHBS), berdampak pada menurunnya konsumsi air non domestic hingga 5,57 persen dari sebelum pandemi, sedangkan konsumsi air domestic bertambah 3 kali lipat dari pemakaian normal.

Eko mengatakan bahwa kondisi ini terjadi saat masyarakat banyak kehilangan pendapatan mereka. Sementara peningkatan kebutuhan air ini meningkat 9 persen.

"Saat membutuhkan air spending mereka meningkat tapi realitaanya mereka kehilanngan pekerjaan sehingga ini menjadi tugas kita ke depan untuk bisa menyeimbangkan antara ketersediaan dengan kebutuhan.

Sementara itu, Direktur IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Tri Mumpuni mengatakan bahwa masyarakat sebetulnya sangat ingin untuk memperbaiki kondisi sumber daya air yang ada disekitar tempat tinggalnya.

baca juga

Hanya saja masih dibutuhkan strategi dan rencana konkrit yang dapat dengan mudah diikuti oleh masyarakat dalam penerapannya.

Tri Mumpuni juga mendorong anak muda untuk dapat berkontribusi langsung dalam upaya pemenuhan kebutuhan air dan energi di daerah-daerah marginal yang masih sulit dijangkau.

Dalam diskusi yang sama, Direktur Program TFCA Kalimantan Yayasan KEHATI, Ir. Puspa Dewi Liman, MSc menyampaikan program yang telah dilakukan untuk perlindungan air, diantaranya melalui konvensi Ramsar yang mengatur pengelolaan lahan basah secara berkelanjutan.

Lahan basah ini yang nantinya akan berfungsi sebagai pendukung kehidupan secara langsung sebagai sumber air tawar/air minum, menyediakan pakan manusia, rumah bagi lebih dari 100.000 mahluk hidup serta memberikan mata pencaharian dan produk berkelanjutan.

Secara ekologis, lahan basah berperan dalam pengendali banjir, pencegah intrusi air laut, erosi, pencemaran, dan pengendali iklim global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polusi Masker Meningkat, Setiap Menit Capai 3 Juta Masker Dibuang

Polusi Masker Meningkat, Setiap Menit Capai 3 Juta Masker Dibuang

Sumsel | Selasa, 23 Maret 2021 | 06:52 WIB

Menko PMK Sebut Ketersedian Air Bersih Bisa Cegah Stunting

Menko PMK Sebut Ketersedian Air Bersih Bisa Cegah Stunting

News | Senin, 22 Maret 2021 | 20:36 WIB

Doni Monardo Ingatkan Bahaya Kematian Dokter Dampak Libur Panjang

Doni Monardo Ingatkan Bahaya Kematian Dokter Dampak Libur Panjang

News | Senin, 22 Maret 2021 | 18:18 WIB

Terkini

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:35 WIB

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:09 WIB

×